• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Malam Pembukaan: Lima Negara Hadiri Festival Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Agamjua Art & Cultural Kota Payakumbuh

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
13 Oktober 2023
in Budaya, Berita Seni Budaya
1.2k 12
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Payakumbuh, Kamis (12/10/2023), Festival Warisan Budaya Tak Beda resmi dibuka, rangkaian acara ini akan berlangsung selama tanggal 12-17 Oktober 2023. Pembukaan Festival yang diikuti 420 peserta dari 5 negara, provinsi tetangga dan perwakilan dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) ditandai dengan pemukulan gandang tambuah oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, bersama Ketua DPRD Supardi, Sekda Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah dan Direktur festival S Metron Madison.

Malam pembukaan festival dihadiri oleh negara-negara lain, dan dijuga menampilkan aksi dua orang pesilat Bennet James dan Edward Brown asal Birmingham Inggris yang menjadi penanda dimulainya rangkaian pembukaan Festival Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) atau Intangible Cultural Heritage Festival (ICHF), di Agamjua Art & Cultural Kota Payakumbuh.

Rangkaian pembukaan festival yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Sumbar dengan dukungan Ketua DPRD Sumbar Supardi, ini juga ditampilkan kesenian Senjang, sebuah tradisi lisan asal Sumatera Selatan, tari tradisional Minangkabau oleh Sanggar Maurak Langkah serta aksi silek oleh mahasiswa asing yang kuliah di ISI padang Panjang. Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival WBTB sangat berdampak positif pada pelestarian warisan kekayaan budaya Minangkabau.

“Warisan ini punya kita, diakui dunia, oleh sebab itu festival ini bernilai strategis untuk mengingatkan bahwa kita memiliki warisan budaya tak benda yang harus kita wariskan pada generasi mendatang,” ujar gubernur.

Menurutnya, Gubernur berharap festival yang sudah dilakukan di Payakumbuh juga akan dilakukan oleh daerah lainnya di Sumbar sebagai upaya pelestarian sekaligus aktivasi warisan budaya.

Kemudian dilanjutkan oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi juga menyampaikan harapan serupa. Menurutnya, kegiatan ini momen penting dalam rangka pelestarian kebudayaan. Selain itu, juga untuk mengaktivasi warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan nasional dan UNESCO.

“Warisan budaya tak benda yang sudah ditetapkan di tingkat nasional dan internasional itu mesti diaktivasi. Jika warisan itu dibiarkan setelah diusulkan dan ditetapkan, statusnya bisa dicabut,” ucap Supardi.

Oleh sebab itu, Supardi mengapresiasi Dinas Kebudayaan Sumbar yang sudah mengangkat budaya Minangkabau melalui kegiatan Festival WBTB yang juga sangat penting bagi pengembangan pariwisata Sumbar.

Festival yang akan berlangsung 12 hingga 17 Oktober 2023, ini menurut Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah akan menghadirkan penampilan dari 5 perwakilan luar negeri, 5 perwakilan provinsi lain, dan 10 perwakilan dari Sumbar.

“Kegiatan festival dipusatkan di tiga titik Selain penampilan di Agamjua, juga ada pameran manuskrip di GOR M Yamin dan pameran kuliner tradisional dan pacu itiak dan pacu jawi diadakan di Koto Baru Payobasuang,” kata Syaifullah.

”Kami berharap dengan kegiatan ini nanti akan muncul kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian warisan budaya tak benda kita sekaligus mendorong pertukaran budaya antarkomunitas,” pungkasnya.

Dalam kesempatan malam itu, pada akhir rangkaian acara pembukaan festival WBTB juga dimeriahkan dengan atraksi seni beladiri kuno asal India, Kallaripayatu. Masyarakat sangat antusias menyaksikan beladiri yang menampilkan berbagai aksi mulai dari tangan kosong, pedang, tongkat, hingga pisau. Malam pembukaan yang khidmat, penonton, tamu undangan seakan terhipnotis oleh penampilan-penampilan memukau peserta yang datang. Penonton bersorak dan bertepuk tangan setiap kali peserta dari India menampilkan berbagai aksi Kallaripayatu yang disebut sebut sebagai inspirasi beladiri kung fu dan karate.

Rangkaian acara Festival Warisan Budaya Tak Benda ini meliputi: Pertunjukan, Pameran Kuliner, Demo Masakan Tradisional, Pameran Manuskrip, Permainan Anak Nagari, Pemutaran Film WBTB, Tour Budaya, dan Diskusi Naskah Kuno. (Diskominfotik Sumbar).

Sumber Foto: Dinas Kebudayaan Prov Sumatera Barat

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaMarewaiSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Persinggungan saya dengan Pilem | Nukilan dan Ritus Pawang Pukat; Sebuah Memori Kolektif dan Masyarakat Tradisional – Arif Purnama Putra

Persinggungan saya dengan Pilem | Nukilan dan Ritus Pawang Pukat; Sebuah Memori Kolektif dan Masyarakat Tradisional - Arif Purnama Putra

Puisi-puisi Fitri Wijaya | Dekat Teluk

Puisi-puisi Fitri Wijaya | Dekat Teluk

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In