• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Lahir Sungsang: Mitos atau Fakta Memiliki Kelebihan dalam Pengobatan?

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
12 Oktober 2021
in Artikel
2.2k 23
0
Home Budaya Artikel
BagikanBagikanBagikanBagikan

Sungsang dalam pengertiannya adakah sesuatu hal yang posisinya tidak normal, misalnya pada posisi bayi dalam kandungan; ketika posisi kepala bayi ada di atas dan kaki diarahkan ke jalan lahir. Ini jelas berbeda dengan kehamilan normal yang menunjukan posisi kepala ada di bawah atau dekat jalan lahir.

Di indonesia mitos yang tersebar dikalangan masyarakat terutama masyarakat tradisional bahwa bayi sungsang memiliki banyak keberkahan. Alasannya, karena kelahiran bayi sungsang sangat jarang sekali, sehingga sebagai orang berpendapat bahwa bayi yang lahir sungsang merupakan bayi pilihan/memiliki kelebihan. Mitos bayi sungsang juga banyak diperbincangkan oleh orang-orang yang berasal dari Jawa dan Sunda. Baik masyarakat Jawa maupun Sunda percaya bahwa ada kelebihan bayi yang memiliki kondisi sungsang, yakni memiliki indera keenam alias bisa melihat alam gaib dan makhluk halus. Kepercayaan tersebut juga dialami banyak daerah di Pulau Jawa ataupun daerah lainnya di Indonesia, namun tidak dipungkiri pula dipercayai sebagai sebuah mitos belaka.

Nah, di Sumatra Barat juga memiliki kepercayaan akan mitos anak sungsang ini. Misalnya di kabupaten Pesisir Selatan, masyarakat di Pesisir Selatan hampir merata memercayai bahwa anak yang lahir sungsang kelak akan pandai dalam pengobatan, memijit/mengurut orang. Selain itu, memang sebagian masyarakat juga memercayai bahwa mereka yang lahir sungsang memiliki kelebihan lain, yaitu dapat melihat halhal gaib.

Mitos tersebut bukan lagi menjadi rahasia dikalangan masyarakat di Pesisir Selatan, pun tidak lagi dianggap sebagai mitos yang utuh. Hanya saja, tidak banyak memang anak yang lahir sungsang menjadi seorang tukang pijit/urut. Mitos lainnya adalah anak sungsang hanya mau memijitkan orang yang terpilih, atau hanya menurut keinginan hatinya saja. Selain itu, dipercayai bahwa setelah melakukan proses pengobatan/memijit, mereka mengalami efek yang sangat melelahkan kurun waktu semalam; muntah-muntah dan pusing. Kalau orang kampung bilang, penyakit yang dialami penderita beralih kepadanya, “tamakan panyakik urang”.

Adapun untuk menghindari kejadian tersebut, si penderita atau orang yang dipijit/diobati oleh anak sungsang sebaiknya memberikan upah/imbalan sebagai ganti tenaganya selama pengobatan/memijit. Karena juga dipercayai dapat mengurangi lelah/sakit yang dirasakan.

Terlepas dari kepercayaan yang beredar tersebut, pada akhirnya kita hanya kembali kepada keyakinan masing-masing. Tapi bukan ranah yang bebas pula untuk menyatakan secara mutlak–menilai hal tersebut salah. Faktanya, tidak semua anak yang lahir sungsang bisa memijit dan seterusnya. Semuanya kadangkala berbanding terbalik dari mitos yang beredar. Dan sebaliknya, tak jarang pula pada kenyataannya memang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kesembuhan tersebut. Manusia hanya sebagai perantara semata. Kebiasaan ini merupakan sebuah tradisi/tindak tutur yang bersifat turun-temurun, sehingga meninggalkan persepsi yang dipercayai masyarakat; boleh percaya atau tidak.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
  • Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra - 1 November 2025
Tags: ArtikelBudayaPelesiranPesisir selatanSumatra baratSungsang

Related Posts

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Dari Praduga Tak Bersalah ke Praduga Pantas Dihajar? | Abdullah Faqih, S.H., M.H

Dari Praduga Tak Bersalah ke Praduga Pantas Dihajar? | Abdullah Faqih, S.H., M.H

Oleh Redaksi Marewai
16 September 2025

Penulis geleng-geleng kepala. Seorang terduga pelaku pencurian dipukul, diintimidasi, bahkan direkam lalu videonya disebar. Sontak layar hitam muncul, Kata...

UWRF 2025: Hasbunallah Haris Bakal Launching Novel Leiden (2020-1920) di Ubud, Bali

UWRF 2025: Hasbunallah Haris Bakal Launching Novel Leiden (2020-1920) di Ubud, Bali

Oleh Redaksi Marewai
6 November 2025

Padang, Marewai – Nama Hasbunallah Haris mulai dikenal publik sejak ia menjadi salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian...

Next Post
Bimbingan Teknis Penguatan Tupoksi: 94 Tenaga Pendidik dan Kependidikan Mengikuti BIMTEK di aula Buya Hamka

Bimbingan Teknis Penguatan Tupoksi: 94 Tenaga Pendidik dan Kependidikan Mengikuti BIMTEK di aula Buya Hamka

SMP IT Al Hijrah Padangpanjang Rebut Medali Emas Cabang MFQ

SMP IT Al Hijrah Padangpanjang Rebut Medali Emas Cabang MFQ

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In