• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Kesenian Barzanji: Bentuk dan Nilai Pendidikan | Oland Abd Wahab

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
29 September 2021
in Budaya
1.6k 16
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan


“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan dimuka bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam” (Q.S Al-Furqan, 25: 63)

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang beriman yang mengikutimu” (Q.S Asy-syu’ara’, 26: 215)

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri” (Q.S Luqman, 31: 18)

Akhlak Nabi Muhammad yang ketiga adalah mandiri, seperti yang tertulis pada syair “beliau mengesol sendalnya, menambal pakaiannya, dan memerah kambingnya”. Rasulullah merupakan teladan umat Islam, beliau mengajarkan bahwasanya manusia harus berusaha untuk bahagia hidup di dunia dan di akhirat. Bak kata pepatah proses tidak akan mendustai hasil, setelah manusia berusaha haruslah diiringi dengan doa kepada Allah supaya apa yang dikerjakan berkah serta mendapatkan hasil yang maksimal. Minangkabau adalah suku yang memuliakan perempuan sesuai dengan sistem kekerabatannya yang mengikuti garis keturunan ibu, dan sudah menjadi tradisi serta identitas wanita Minangkabau yang dulunya menggunakan baju Kuruang, baju Kuruang di Minangkabau adalah baju adat khusus untuk wanita jauh sebelum islam datang, yang tidak memperlihatkan aurat/tertutup dalam.

Akhlak Nabi Muhammad yang keempat adalah cinta keluarga, falsafah Minang mengatakan,
“nan tuo dihormati nan ketek disayangi, samo gadang baok bakawan ibu jo bapak diutamokan” konteks dari falsafah ini adalah untuk keluarga yang meliputi ayah, ibu, kakak dan adik. Selain untuk keluarga falsafah ini juga menandakan konteks sosial yang terdiri dari orang yang lebih tua, adik-adik teman sebaya serta kakak-kakak.

Kalimat terakhir dari falsafah Minang tersebut merupakan tentang berbakti kepada kedua orang tua, ada banyak ayat Alquran tentang bakti kepada kedua orang tua diantaranya:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi aku pada waktu kecil” (Q.S Al-Isra, 17: 24)

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu agar jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali sekali engkau mengatakan perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Q.S Al-Isra, 17: 23)

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan jangan lah Engkau tambahkan kepada orang-orang yang dzalim itu selain kebinasaan.” (Q.S Nuh, 71: 28)

“Dan orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (Q.S Maryam, 19: 14)

“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (Q.S Maryam, 19: 32).

Sumber:

Amir Sjarifoedin, 2014. Minangkabau dari dinasti Zulkarnain sampai Tuanku Imam Bonjol. PT Gria Media Prima. Jakarta Timur

Ediwar, Din, Zakaria, 2010. Kesenian bernuansa Islam Suku Melayu Minangkabau. Jurnal Melayu (5) 2010

Febri Yulika, 2012. Epistimologi Minangkabau, makna pengetahuan dalam filsafat adat Minangkabau. Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Ki Hajar Dewantara 2011. Kebudayaan: Bagian 2. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa

Max Scheller. (2004). Nilai Etika Aksiologis Max Scheler. Paulus Wahana. Yogyakarta


Oland Abd Wahab lahir di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pendidikan S-1 Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang (lulus tahun 2015), Program Studi S-2 Pendidikan Seni Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta (lulus tahun 2018)

Buku pertamanya berjudul Kesenian Barzanji, Oland Abd Wahab juga telah merilis lagu-lagu bertemakan Fenomena Manusia dan bisa didengar di platform-platform digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Amazon music, Joox, Langit Musik dan Youtube, dengan kata kunci “Calon Pemusik Negeri Sipil”

Media Sosial
Twitter : @oland_abd_wahab
Facebook : Oland Abd Wahab
Instagram : oland.abd.wahab
YouTube : Oland Abd Wahab


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Page 2 of 2
Prev12
Tags: BudayaKesenianPesisir selatanSastraTradisi

Related Posts

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2026

Ekosistem teater di Sumatera Barat, khususnya pada Maret 2025 ini, tampak seperti panggung yang lampunya padam sebelum pertunjukan dimulai....

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Oleh Redaksi Marewai
23 Februari 2026

Memasuki bulan Rajab, dapur-dapur rumah mulai dipenuhi aroma rempah, kunda pun siap dihidangkan. Sementara lantunan kalimat-kalimat Allah terdengar dari...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Oleh Redaksi Marewai
5 Februari 2026

Dua bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar...

Next Post
KADIS PARIWISATA SUMBAR HIMBAU PELAKU WISATA DAN EKRAF HADIRI PKD 2021

KADIS PARIWISATA SUMBAR HIMBAU PELAKU WISATA DAN EKRAF HADIRI PKD 2021

Pawang Hujan dan Pancaroba

Pawang Hujan dan Pancaroba

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In