• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Inspiratif: Membangun Icon Pariwisata Kabupaten Batu Bara, dengan Melestarikan Alam dan Mengentaskan Masalah Sosial

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
19 April 2021
in Budaya
1.1k 71
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pernyataan:
Ir. H. Zahir,M.Ap., Bupati Batu Bara:
Dulu Pantai Sejarah ini termasuk pantai yang sangat indah. Untuk itu saya berusaha untuk menjadikan Pantai Sejarah ini sebagai destinasi wisata yang bisa kembali menarik, dengan berbagai pembangunan dan melestarikan hutan mangrove. Tentunya untuk mencapai keberhasilan ini, mari kita bekerja sama dan saling mendukung antara masyarakat dan pemerintah Kabupaten Batu Bara.

Drs. Safri Musa, MM., Kepala Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Batu Bara:
Pantai Sejarah memiliki potensi wisata alam, potensi wisata sejarah, dan wisata konservasi lingkungan hidup. Dalam mengembangkan destinasi pariwisata, aspek lingkungan hidup, budaya, sosial, dan ekonomi, menjadi unsur utama pembangunan kepariwisataan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Batu Bara berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi gerakan-gerakan positif yang bersumber dari masyarakat. Dan kami juga berupaya untuk menjembatani bagaimana gerakan masyarakat, program pemerintah kabupaten, dapat bersinergi dan didukung oleh berbagai pihak yang berkompeten.

Bachtiar Djanan, Wakil Ketua Perkumpulan HIDORA, konsultan perencanaan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat, dari Banyuwangi, Jawa Timur:
Pergerakan Pak Azizi dan Kelompok Tani Cinta Mangrove selama hampir 20 tahun adalah contoh luar biasa dalam hal inisiatif dan upaya masyarakat melestarikan lingkungan hidup. Sudah selayaknya pemerintah pusat mengapresiasi perjuangan Pak Azizi. Saya rasa penghargaan Kalptaru sangat layak diberikan kepada Pak Azizi, atas keberhasilannya membuat perubahan besar dalam menyelamatkan lingkungan dengan menanam mangrove di kawasan pesisir Batu Bara seluas lebih dari 450 hektar, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memberi solusi kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan moral dan problem sosial.

Sri Shindi Indira, ST., MSc., Dosen Arsitektur Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, Lulusan S-2 Wageningen University Belanda, Direktur Beranda Warisan Sumatera:
Pengembangan wisata mangrove jika memang berangkatnya dari spirit grassroot untuk melestarikan kawasan pesisir tentu akan bisa bertumbuh secara sustainable. Tinggal bagaimana dalam rencana pengembangan ke depan, penataan kawasan dan fungsi-fungsinya bisa didesain selaras dengan segmen pasar yang dibidik, dengan mengedepankan prinsip bahwa wisata mangrove semestinya dikembangkan dalam konsep dan pola wisata edukasi, bukan sekedar lokasi wisata untuk selfie. Bagaimana saat pengunjung datang ke destinasi wisata, ketika mereka pulang mereka mendapat ilmu baru dan terinspirasi oleh spirit pelestarian alam yang dibangun oleh Pak Azizi dan tim.


Poto: Azizi, SH., saat interview

Biodata Azizi, SH. :
Nama lengkap: Azizi, SH.
Tanggal Lahir: 29-06-1967 (54 tahun)
Pendidikan: S1. Ilmu Hukum, lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan (STIHMA) Kisaran, lulus tahun 2011.

========

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Page 3 of 3
Prev123
Tags: BudayaCerpenEsaiPelesiranpuisiSastra

Related Posts

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2026

Ekosistem teater di Sumatera Barat, khususnya pada Maret 2025 ini, tampak seperti panggung yang lampunya padam sebelum pertunjukan dimulai....

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Oleh Redaksi Marewai
23 Februari 2026

Memasuki bulan Rajab, dapur-dapur rumah mulai dipenuhi aroma rempah, kunda pun siap dihidangkan. Sementara lantunan kalimat-kalimat Allah terdengar dari...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Oleh Redaksi Marewai
5 Februari 2026

Dua bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar...

Next Post
Bangunan-bangunan Penanda : Usaha-usaha Pemerintah Merias Daerah

Bangunan-bangunan Penanda : Usaha-usaha Pemerintah Merias Daerah

Punago Rimbun: Menyilau Nagari Palangai Kecamatan Ranah Pesisir | Zera Permana

Punago Rimbun : Nagari Kambang Dalam Pusek Jalo Banda Nan Sapuluah | Zera Permana

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In