Pernyataan:
Ir. H. Zahir,M.Ap., Bupati Batu Bara:
Dulu Pantai Sejarah ini termasuk pantai yang sangat indah. Untuk itu saya berusaha untuk menjadikan Pantai Sejarah ini sebagai destinasi wisata yang bisa kembali menarik, dengan berbagai pembangunan dan melestarikan hutan mangrove. Tentunya untuk mencapai keberhasilan ini, mari kita bekerja sama dan saling mendukung antara masyarakat dan pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Drs. Safri Musa, MM., Kepala Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Batu Bara:
Pantai Sejarah memiliki potensi wisata alam, potensi wisata sejarah, dan wisata konservasi lingkungan hidup. Dalam mengembangkan destinasi pariwisata, aspek lingkungan hidup, budaya, sosial, dan ekonomi, menjadi unsur utama pembangunan kepariwisataan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Batu Bara berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi gerakan-gerakan positif yang bersumber dari masyarakat. Dan kami juga berupaya untuk menjembatani bagaimana gerakan masyarakat, program pemerintah kabupaten, dapat bersinergi dan didukung oleh berbagai pihak yang berkompeten.
Bachtiar Djanan, Wakil Ketua Perkumpulan HIDORA, konsultan perencanaan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat, dari Banyuwangi, Jawa Timur:
Pergerakan Pak Azizi dan Kelompok Tani Cinta Mangrove selama hampir 20 tahun adalah contoh luar biasa dalam hal inisiatif dan upaya masyarakat melestarikan lingkungan hidup. Sudah selayaknya pemerintah pusat mengapresiasi perjuangan Pak Azizi. Saya rasa penghargaan Kalptaru sangat layak diberikan kepada Pak Azizi, atas keberhasilannya membuat perubahan besar dalam menyelamatkan lingkungan dengan menanam mangrove di kawasan pesisir Batu Bara seluas lebih dari 450 hektar, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memberi solusi kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan moral dan problem sosial.
Sri Shindi Indira, ST., MSc., Dosen Arsitektur Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, Lulusan S-2 Wageningen University Belanda, Direktur Beranda Warisan Sumatera:
Pengembangan wisata mangrove jika memang berangkatnya dari spirit grassroot untuk melestarikan kawasan pesisir tentu akan bisa bertumbuh secara sustainable. Tinggal bagaimana dalam rencana pengembangan ke depan, penataan kawasan dan fungsi-fungsinya bisa didesain selaras dengan segmen pasar yang dibidik, dengan mengedepankan prinsip bahwa wisata mangrove semestinya dikembangkan dalam konsep dan pola wisata edukasi, bukan sekedar lokasi wisata untuk selfie. Bagaimana saat pengunjung datang ke destinasi wisata, ketika mereka pulang mereka mendapat ilmu baru dan terinspirasi oleh spirit pelestarian alam yang dibangun oleh Pak Azizi dan tim.

Biodata Azizi, SH. :
Nama lengkap: Azizi, SH.
Tanggal Lahir: 29-06-1967 (54 tahun)
Pendidikan: S1. Ilmu Hukum, lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan (STIHMA) Kisaran, lulus tahun 2011.
========






Discussion about this post