• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 4, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Gubernur Dukung SANAK, Kadispar: Mereka Pilihan

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
31 Agustus 2021
in Berita Seni Budaya
2k 127
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Marewai, Padang— Gubernur Mahyeldi Ansyarullah berharap agar pariwisata Sumatera Barat ke depannya dapat lebih berkembang berkat kehadiran tim SANAK (Satuan Tenaga Konselor Kepariwisataan). Hal itu dikemukakannya saat audiensi tim bentukan Dinas Pariwisata Sumatera Barat ini ke istana gubernur, kamis (12/8) lalu. Pada pertemuan itu, kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial menjabarkan bahwa tim sanak terdiri dari mereka yang dinilai telah berhasil menggerakkan sektor kepariwisataan lewat kelompok masing-masing.

“Tim ini terdiri dari Yahdi dari Wahana Kapalo Banda Taram, Ritno dari LA Adventure, Ajo Wayoik dari Forum Batajau Seni Piaman, Husen dan Sumatra Volunteer, Teuku dari Kopi Solok Radjo, Riki dari Cenari Sungai Pinang, Liza dari Kubu Gadang, dan Adi dari Green Talao Park,” terangnya.

Ketua tim Sanak, Muhammad Fadhli atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ajo Wayoik menerangkan pada dasarnya apa yang dilakukan oleh masing-masing personal dalam timnya adalah apa yang menjadi cita-cita besar dalam pembangunan kepariwisataan. “Contoh saja Husen. Dia sudah berhasil mengekspor sedotan berbahan baku bambu ke berbagai negara di Eropa. Apa yang sudah dilakukannya dapat menginspirasi para penggerak kepariwisataan untuk mengembangkan industri kreatif. Ritno berhasil membawa Nyarai ke panggung penghargaan Eco Tourism, sebuah ajang berkelas internasional,” katanya.

Ajo Wayoik optimis, tim ini akan menjadi mitra yang inspiratif bagi mereka yang bergerak di akar rumput. “Sebab ke delapan orang dalam tim SANAK ini juga bergerak bersama akar rumput,” sebut dosen ISI Padang Panjang ini.

Untuk tahap kerja awal, Tim SANAK akan dilibatkan dalam pendampingan terhadap 5 desa wisata dan 5 Pokdarwis. “Ke depan, Dinas Pariwisata Provinsi akan bersentuhan dengan banyak lagi Desa Wisata. Untuk itu, dari sekarang perlu disiapkan tim seperti ini. Mereka sudah menyatakan komitmen untuk benar-benar bekerja dengan pola yang baru. Sebuah pola pendekatan yang komperhensif, langsung ke lapangan. Mereka siap berjibaku di sisi penggerak,” sebut Novrial pasca pertemuan hari itu.

Sebelum audiensi dengan gubernur, tim SANAK sudah dipertemukan dengan calon mitra pendampingan mereka. Agenda yang berlangsung selama 2 hari ini adalah untuk merangkum persoalan-persoalan yang selama ini dirasakan Pokdarwis dan Desa Wisata. “Jadi kita bergerak diawal dengan riset, dilanjutkan dengan elaborasi, penyusunan konsep kerja, penetrasi langsung ke lapangan, dan evaluasi bertahap. Sesuai dengan nama, kami bertekad benar-benar akan menjadi sanak (saudara-red) bagi setiap Pokdarwis dan Desa Wisata yang didampingi,” kata Ritno selaku Sekretaris Tim.

Kecakapan personal tim yang beragam, dari penanganan SDM sampai branding diharapkan dapat benar-benar termanfaatkan saat pendampingan. Tim SANAK juga berkomitmen untuk bekerja dengan goal pencapaian yang maksimal.
Kadis pariwisata Sumatera Barat Novrial mengatakan, tim SANAK dibentuk oleh pihaknya dengan tujuan untuk menyediakan tenaga taktis siap tampil apabila ada pendampingan yang harus dilakukan, kliik, atau sejenisnya bagi para pelaku pariwisata.
“Mereka orang pilihan. Saya sudah lihat langsung kerja mereka dan itu tidak bisa dikerjakan secara standar-standar saja. Kalau tak outstanding mustahil Batajau itu bisa berjalan sampai sekarang, begitu juga dengan Wakanda, Kubu Gadang, LA Adventure, Sumatra Volunteer atau Cenari. Mereka yang kita butuhkan,” katanya.

Ke depan, Novrial mentargetkan, tim SANAk akan difokuskan untuk pendampingan 5 Desa Wisata. “Kita lihat mereka disini dulu. Ke depan, kerja mereka akan semakin berat dan berat. Tapi kita yakin mereka bisa,” sebutnya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Pelesiran: Menziarahi Makam Syekh Makdum Wali | Chubbi Syauqi

Pelesiran: Menziarahi Makam Syekh Makdum Wali | Chubbi Syauqi

Tim Satuan Tenaga Konselor Sumbar Dilirik Kementrian Pariwisata: Bisa Jadi Pola Nasional

Tim Satuan Tenaga Konselor Sumbar Dilirik Kementrian Pariwisata: Bisa Jadi Pola Nasional

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In