• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Pelukis Rizal MS: Dedikasi Seorang Seniman Untuk Kampung Halaman

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
19 Oktober 2020
in Budaya
1.6k 16
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Poto: Suasana Sanggar Menjelang Magrib

Tugas orang-orang di sekitar adalah mendukung penuh kegiatan mereka selagi itu positif, memberikan panggung untuk mereka berkarya secara luwes dalam berkegiatan.

Rizal MS (Mukhrizal) kelahiran Balai Selasa 07-03-1963. Sekarang bergiat di “Sanggar Seni Rupa Anak Nagari” di Tanjung Gadang Sungai Liku, Kec. Ranah Pesisir, Kab. Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Sanggar tersebut beliau dirikan pada tahun 2018 dan sampai sekarang masih berjalan dengan misi mulianya untuk memberikan ilmu yang selama ini beliau dapat di rantau. Rizal MS merupakan alumni SMSR Padang tahun 1984. Setelah malangmelintang di Pulau Jawa dan menetap lama di Jakarta, akhirnya beliau memilih untuk mendedikasikan hidupnya di kampung halaman dengan menggiatkan sanggar seni rupa. Selain itu beliau tetap menjalankan kerja kreatifnya sebagai seorang seniman, beliau tetap berkarya seperti membuat patung dan melukis, karya teranyar beliau di Pesisir Selatan, Ranah Pesisir adalah “Tugu Mungkuih” tepatnya di bundaran depan kantor camat Ranah Pesisir.

Rizal MS adalah salah satu pemerhati seni di Pesisir Selatan saat ini, semangat beliau terhadap perkembangan seni perlu diapresiasi terutama di bidang seni rupa. Di Sanggar Nagari beliau juga menjalankan sebuah kelas melukis setiap minggu pagi, memberikan ruang kepada anak-anak di Tanjung Gadang Sungai Liku untuk belajar. Namun tidak menutup diri untuk orang luar ikut gabung dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini beberapa tahun terakhir mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat, terutama dari anak-anak yang begitu antusias mengikuti kegiatan minggu pagi. Semua karya-karya yang dihasilkan dari kelas melukis itu dipilih untuk dipajang, tujuan beliau mengenalkan kepada tamu nantinya bahwa banyak anak-anak yang masih memiliki ketertarikan terhadap seni rupa/seni lukis, hanya saja memang dibutuhkan wadah yang dapat membuka diri untuk masyarakat luas. Di Sanggar Seni Rupa Anak Nagari, Rizal MS tak hayal sering menerima tamu-tamu mulai dari mahasiswa, pejabat, kolega seprofesi dan warga. Beliau sangat membuka diri untuk diskusi dengan berbagai kalangan “pintu rumah saya selalu terbuka. Silakan berkunjung.”

Poto: Kegiatan Melukis di Sanggar Seni Rupa Anak Nagari

Perjalanan berkesenian beliau memang tidak diragukan lagi, selama berkegiatan di Galery Kalibata Mall, Jakarta Selatan, dibeberapa kesempatan beliau juga sering melukis orang-orang penting Indonesia, baik artis ataupun tokoh masyarakat, salah satunya adalah istri presiden ketiga (1998-1999) BJ. Habibie. Saat itu beliau mendapat kesempatan melukis wajah ibu negara Hasri Ainun Besari dan itu menjadi momen bersejarah diperjalanan karir beliau, dapat melukis wajah seorang wanita yang menjadi panutan masyarakat Indonesia. Beberapa kegiatan pameran yang beliau ikuti, yakni;

2015 Membuat Ilustrasi untuk Majalah Budaya Jakarta dan Pameran bersama Alumni SSRI/SMSR/SMK 4 Padang, di Taman Budaya.

2016 Melukis bersama Gubernur Sumbar di desa terindah di dunia, desa tuo Pariangan.

1997 Menjuarai lomba lukis se kota Painan, mendapatkan juara 1.

2000 Nominasi 5 dalam lomba lukis poster International (UNFPA).

Masih banyak lagi kegiatan ataupun prestasi yang beliau raih sepanjang perjalan karirnya baik nasional maupun internasional. Yang tak kalah membanggakan adalah saat ikut Pameran Budaya Melayu di Siak Sri Indrapura Riau, diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Siak Sri Indrapura, pada tahun 2014. Saat itu yang menjabat sebagai Bupati adalah Syamsuar, sekarang menjadi Gubernur Riau. Terbaru beliau terlibat langsung dalam kegiatan Pameran Seni Rupa di Taman Budaya Padang, Sumatra Barat “Pameran Realita Sosial #New Live di Galeri, Pameran Bersama #New Eksplorasi dan Pameran Dimension Space.” Beliau juga didapuk sebagai tim Display pada pameran tersebut. Acara ini merupakan serangkain acara yang dilaksanakan di Taman Budaya, melibatkan banyak seniman-seniman besar Sumatra Barat.

Pembukaan Pameran Seni Rupa New Life, Oleh Ketua DPRD Sumbar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Dinas Pariwisata | Poto: Bersama Gubernur, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno

Di Sungai Liku, beliau menyuarakan kegiatan-kegiatan positif kepada remaja-remaja (Komunitas, organisasi dan kelompok) ataupun sejawat yang datang berkunjung. Melakukan gerakan-gerakan kreatif untuk menumbuh kembangkan hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya kepada remaja-remaja Pesisir Selatan untuk berproses kreatif sangat tinggi, berkesenian juga tidak harus megikuti jalan beliau, tapi tetap memberi ruang diskusi sekedar bertukar pikiran. Tentu beliau juga memiliki keinginan besar untuk sebuah aktivitas seni yang merata, memerhatikan maestro-maestro lokal, anak-anak muda berpotensi tidak serta-merta hilang ditelan ketidakpedulian, apreasiasi dari pemerintah dan khalayak sangat penting. Apresiasi yang diperlukan seniman ataupun pekerja kreatif adalah dihargai karyanya, kerja kolektif yang dilakukan dengan tulus itu tidak bisa hanya dipandang dengan bentuknya saja, tetapi menghargai proses yang mereka lewati.

Perlu adanya andil pemerintah setempat untuk mewujudkan niatan tersebut, menjalankannya bersama-sama dalam satu wadah dan tujuan yang membangkitkan gairah pekerja kreatif. Beliau percaya, sebuah proses tidak akan menghianati hasil, suatu waktu kegiatan-kegiatan yang beliau canangkan itu akan terus berjalan, menumbuhkan gairah berkarya, berkesenian dengan tulus. Menjadi wadah baru dalam iklim kesenian Pesisir Selatan, bukan hanya ajang musiman, tapi untuk masa yang akan datang. Selain itu, masyarakat Pesisir Selatan perlu meluruskan mitos: orang yang hebat di rantau bila menetap di kampung selalu tenggelam.

Poto: Suasana Melukis adik-adik di Sanggar

Dalam kesenian dan budaya, Pesisir Selatan memiliki potensi besar akan hal itu. Pesisir Selatan memiliki banyak seniman, budayawan dan sastrawan besar, hanya saja ruang untuk mereka masih sangat minim. Barangkali Pesisir Selatan memang butuh sebuah tempat pertemuan seniman, budayawan, dan sastrawan, anggaplah sebuah taman budaya. Namun, tidak adanya titik kumpul sebenarnya bukan menjadi sebuah persoalan besar, pemerintah bisa memberikan ruang atau tempat lain, tapi apakah ada niatan semacam itu; memerhatikan maestro-maestro seni, sastrawan, dan budayawan lokal.

Tentu saja semua keinginan dan kelemahan di atas bukan utuh milik pemerintah, pelaku seni juga harus menampakkan keseriusannya dalam berkegiatan, bukan hanya Rizal MS saja, masih ada banyak maestro seni di Pesisir Selatan yang barangkali tak muncul kepermukaan karena terkendala banyak hal. Tugas orang-orang di sekitar adalah mendukung penuh kegiatan mereka selagi itu positif, memberikan panggung untuk mereka berkarya secara luwes dalam berkegiatan.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Amangkurat Cinta Semerah Darah: Kelindan Asmara dan Kekuasaan yang Berdarah Mataram - 5 Februari 2026
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
Tags: CaritoPelesiranPunago Rimbun

Related Posts

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2026

Ekosistem teater di Sumatera Barat, khususnya pada Maret 2025 ini, tampak seperti panggung yang lampunya padam sebelum pertunjukan dimulai....

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Oleh Redaksi Marewai
23 Februari 2026

Memasuki bulan Rajab, dapur-dapur rumah mulai dipenuhi aroma rempah, kunda pun siap dihidangkan. Sementara lantunan kalimat-kalimat Allah terdengar dari...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Oleh Redaksi Marewai
5 Februari 2026

Dua bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar...

Next Post
marewai.com

Mahkota Swarnabhumi: Negeri Ibu Di Gunung Selasih Kembar Dua | Zera Permana

marwai

Berburu Ciliang: Antara Tradisi atau Gaya Hidup

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In