• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi: Gelanggang – Nico Farentinno

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
18 Oktober 2025
in Sastra, Puisi
1k 43
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Gelandangan

sentak tidur gelandangan
roda empat lalu lalang
emperan toko pinggir jalan
ah, pagi kembali terulang

kardus coklat alas pantat
jaga tubuh tetap hangat
lapis sandang tiga kali lipat
melamun tunggu sisa donat
ah, pagi kembali terulang

gedung parkir tinggi menjulang
tempat rehat roda empat
butuh ruang untuk pulang
gelandangan hanya mengumpat
ah, kapan pagi tak lagi terulang



Gerombolan yang Mulia

macam mereka tak seberapa
hitungan jemari cuma cuma cuma
makhluk paling mulia
bergerombolan, baunya sama

gerombolan pertama pemegang kuasa
kecanduan ingin jadi maha
martabat disantap bahkan renggut nyawa
demi tujuh keturunannya

gerombolan kedua pemeluk nestapa
sabar nasehat para ulama
saat ambang telah sampai
lawan bukan lagi kata
puncaknya gelap mata
dansa di penjara

gerombolan ketiga mereka bukan sisa
dalih “bukan urusan gua”.
menonton fenomena mereka berdua
sementara matikan logika
bila terasa, rasa rasanya
yang mulia gerombolan yang mana?



Gelanggang

sejarah awal pembunuhan
apa yang diperebutkan?
atau hanya tumpukan perasaan
kita tak harus ke gelanggang

cukup siapkan pedang
culik yang mereka sayang
picu mereka baku hantam
resmikan angkatan untuk bertahan

kaki sepasang hilang
apa kami berlabel pejuang?
apa kami dikenang?
tetap yang menang, yang bikin “perang”
anggur dituang mereka bersulang

ibu juga anak tunggu menunggu ayah pulang
bu, buat apa medali kehormatan?
belum apa yang dijadikan jawaban
nak, ingin tidur nyenyak, butuh gulingkan?


Minor A.k.a Nico Farentinno seorang pelukis, aktif diberbagai kegiatan seni lukis. Salah satu karya terbarunya berkolaborasi dengan film dokumenter “Kajang yang Hilang”. Tulisan dan karya lukis Nico banyak bicara persoalan personal-empiris tentang sosial dan spiritualitas.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata - 25 April 2026
  • Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026) - 18 April 2026
  • Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata - 6 April 2026
Tags: puisi

Related Posts

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Next Post
Aji Mantrolot: Penggalan VI – Kabau Gadang (Bagian IV)

Aji Mantrolot: Penggalan VI - Kabau Gadang (Bagian IV)

MUSIK: Andip, musisi Indie dari Padang Luncurkan Lagu Terbaru berjudul ‘BERTARUH’ untuk Orang-orang yang Dibuang oleh Pasangannya.

MUSIK: Andip, musisi Indie dari Padang Luncurkan Lagu Terbaru berjudul ‘BERTARUH’ untuk Orang-orang yang Dibuang oleh Pasangannya.

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In