• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 11, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi| Resiliensi – Zikri Amanda Hidayat

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
15 September 2025
in Puisi
2k 103
0
Home Sastra Puisi
BagikanBagikanBagikanBagikan

Alir Sungai Tanpa Senja

Oleh : Zikri Amanda Hidayat

Bunga bajing tumbuh liar di tubir sungai

Adakalanya kata-kata senja laksana pisau:

Memotong tangkai lalu mencemari air

Barangkali deras tak pernah sempat berdesir

pada apa pun, sekalipun pada batu di dalamnya

Tenanglah duduk di tepi

Hulu alir sungai hanya butuh ditemani jatuh ke hilir

Dan cukup sediakan peluk telaga yang menenangkan riak-riak

Padang, 2025       


Lonceng Jantung

Oleh: Zikri Amanda Hidayat

Lonceng jantung menggaung gemuruh sepi

Menakar burung gagak hitam yang lari-lari di hulu pohon waktu

Semak belukar hati menyimpan buah delima putih

Daun-daun romansa jatuh konstan usai merapal mantra kisah

Kalender melingkari nubuat angka-angka rasian

Kursi berdarah di pojok ruang tamu menyeruak renjana

Benang merah takdir terhampar sepanjang hayat

Bunga rampai bulan terserai menjadi

bunga edelweis pada lembah awanama

Padang, 2025


Resiliensi

Oleh: Zikri Amanda Hidayat

Barangkali loteng adalah kanvas

Terlihat corak acak hitam seperti waktu

telah melukis pelbagai hikayat hidup

Remang-remang kamar tak memberimu kenyamanan

Hanya kedipan mata meraba kantuk

Hatimu mulai berlari ke sana kemari mencari ketenangan

Udara membelakangi pikiranmu

Dan sesak dengan segala angan yang koyak

Malam menyimpan mayat harapan tergeletak pada kuburan kolong lemari

Ibu sepi memeluk jiwamu lebih erat seperti maut terasa memandangmu dari sudut kamar

Tapi biarkan kelomang nasib berumah di cangkang keyakinan

Lalu hanyut melewati usia luka oleh pecahan kaca

Dan kau cukup bertahan mengejar jejak matahari itu

Padang, 2025


BIODATA PENULIS

Zikri Amanda Hidayat dapat dipanggil secara akrab Izik. Lahir di Koto Rawang, Pesisir Selatan pada tanggal 02 Agustus 1999. Punya hobi menulis, membaca dan bulu tangkis. Buku yang telah terbit Sehimpun Rasa (Gupedia, 2021), Rentetan Tulisan Tentang Konsekuensi Cinta (Guepedia, 2021) dan Tak Benar-benar Utuh (An-Nur Media, 2022).

Instagram                  : @bhang_izhik

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: puisi

Related Posts

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Next Post
Dari Praduga Tak Bersalah ke Praduga Pantas Dihajar? | Abdullah Faqih, S.H., M.H

Dari Praduga Tak Bersalah ke Praduga Pantas Dihajar? | Abdullah Faqih, S.H., M.H

DNANDA Gambarkan Kekaguman pada Keindahan Sederhana Lewat Single Baru “Bola Mata Sayu”

DNANDA Gambarkan Kekaguman pada Keindahan Sederhana Lewat Single Baru “Bola Mata Sayu”

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In