• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Lewat Musikal Video Art, Bundo Kanduang Garap Tribute Untuk H. Agus Salim

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
11 Oktober 2020
in Berita Seni Budaya
1.2k 51
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

“Kita Tak Boleh Telat Meramu Formula Masa Depan Seni Pertunjukan”

Gemala Ranti, Kadisbud Sumbar
foto-marewai

Padang Pariaman, Marewai – Tokoh Agus Salim begitu menginspirasi banyak orang di negeri ini. Pahlawan kenamaan asal Koto Gadang Agam ini hingga kini masih menjadi figur tak tergantikan lantaran kesederhanaan hidup dan kemuliaan pemikirannya. Untuk mengenang sang tokoh, Sanggar Bundo Kanduang yang merupakan salah satu sanggar dalam naungan Forum Batajau Seni Piaman menggarap sebuah karya tribute berupa musical video art. Bekerjasama dengan Patiak TV dengan directornya Gangga Lauranta, kelompok pimpinan Roby melaksanakan shooting pada Sabtu (10/10/2020). Diterangkan Roby, garapan ini adalah salah satu dari 12 episode promosi MTQ nasional di Sumbar yang bakal di gelar 12-21 November nanti.

“Ini adalah bagian dari project Mantagi Jiwa Islami besutan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Kami memilih tokoh Agus Salim untuk diapresiasi melalui karya karena beliau begitu menginspirasi bagi kami,” ujar Raffi, salah satu komposer dalam garapan ini. Diterangkannya, musik yang digarap berangkat dari kekayaan musikal darek dan pesisiran Minangkabau. “Kami memainkan instrumen perkusi seperti tambua, rabana, darabbuka, tiup bambu Minang dan juga sejumlah instrumen modern seperi gitar dan bass,” terang mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Padang Panjang itu. Pemilihan instrumen tersebut sebagian besar karena sifatnya yang menghentak sehingga dapat menggambarkan semangat perjuangan seorang Agus Salim.

“Dalam garapan ini kami juga membuat koor untuk menyanyikan sebuah dendang yang bersifat pantun. Dendang tersebut menyampaikan inti ajaran Agus Salim tentang penguasaan bahasa, keluhuran budi, keberanian dalam bersikap serta kegigihan dalam menuntut ilmu,” sebutnya. Agus Salim menurut Raffi lebih dari sekedar seorang politisi. “Beliau patut kita lihat sebagai guru bagi semangat perubahan. Karena beliau punya visi yang jauh ke depan. Bahwa anak-anak Minang harus menguasai bahasa, menguasai pendidikan, menguasai diplomasi. Minang yang bergaul hingga ke tataran internasional adalah mimpi beliau,” sebutnya.

Sementara itu, Gangga Lauranta mengaku mendapat tantangan tersendiri dalam menggarap video art karya bertema pahlawan asal Agam ini. “Agus Salim bukan tokoh pahlawan yang berat untuk diangkat. Beliau sudah sangat populer. Tapi justru itu sisi menariknya. Kami harus mengkaji lagi dari perspektif apa beliau patut diangkat agar karya ini tidak lagi merayakan apa yang orang sudah tau tentang sosok beliau. Maka kami coba disini untuk padukan musik tradisi dengan garapan video kontemporer. Kami pakai sejumlah peralatan modern. Karena disitu kami yakin dapat menggambarkan bahwa ajaran Agus Salim patut atau relevan dalam segala zaman,” sebutnya.

Saat menyaksikan proses shooting, Kadis Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengaku sangat terkejut lantaran ada kebaruan yang sebelumnya tak terbayangkan ketika melihat presentasi kelompok ini. “Memang inilah yang memotivasi kami untuk menggerakkan project 12 karya menyambut MTQ nasional ini. Kami memang berharap lahir sebuah konsep pembaharuan dalam proses berkarya. Jika semula visi seniman pertunjukan dalam berproses itu adalah panggung, sekarang justru video. Dan ini bukan video klip musik. Ini benar-benar sebuah musical video art,” katanya.

Gemala Ranti berharap, project seperti ini dapat terus menerus dijadikan model oleh para seniman Sumbar. “Menyambut era 4.0, dimana virtual adalah wahana masa depan dalam banyak hal termasuk kesenian, kita tak boleh telat dalam meramu formula kerja kita. Sekarang dari 12 karya yang disiapkan, sebagiannya sudah masuk fase shooting. Bahkan sudah ada yang selesai editing. Melihat hasilnya, saya yakin ini akan sangat diminati,” kata wanita keturunan sastrawan besar AA Navis ini. (Sumber: M. Fadhli)

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
maewai-ilustrasi

Cerpen: Syair Pengantar Tidur yang Diciptakan Mamak | M.Z. Billal

marewai-bailau

Contemporary Dance Bailau: Ritual Kemalangan dan Sebuah Tradisi Seni Pertunjukan | Rahayu Nengsih

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In