• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Juni 20, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Membincang “Kotak Kesenangan” di Gen Z Book House

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2025
in Berita Seni Budaya
1.1k 11
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Minggu sore, 29 Desember 2024, pelaku/pegiat/penikmat seni-budaya di Pasaman kembali menggelar program Bareh Ganggam dalam bentuk Bincang Karya. “Kami senang ditunjuk sebagai tuan rumah” ungkap Farin Nur Syifa (15 tahun), pendiri dan pengelola Gen Z Book House. Komunitas yang dibentuk sebagai ruang kreativitas dan ekspresi generasi Z di Pasaman. Gen Z Book House aktif mengikuti berbagai kegiatan seni-budaya, termasuk berpartisipasi dalam program Bareh Ganggam.

“Tujuan utama progam Bareh Ganggam adalah sebagai siasat silaturahim terjadwal antar komunitas /sanggar/kelompok seni-budaya dan upaya pembiasaan apresiasi karya putra/putri Pasaman” jelas Arbi Tanjung, salah satu dari lima inisiator. “Harapannya,kegiatan bincang karya ini mampu menciptakan kebiasaan apresiasi terhadap karya,” lanjut Arbi.

Sejak digelar perdana pada 3 November 2024, kegiatan ini rutin digelar dua minggu sekali. Tuan rumah ditunjuk secara bergilir. Salah seorang ditunjuk sebagai pemantik, sedangkan pekarya didapuk sebagai pembicara. Pelaku/pegiat/penikmat seni-budaya yang terlibat membincangkan karya tari / musik / sastra /teater/film/fotografi/kriya/rupa produksi putra-putri Pasaman.

“Fun Box” itu judul karya yang mereka bincangkan pada pertemuan keempat program Bareh Ganggam ini. Sebuah pertunjukkan kolaborasi antara pantomim dan beat box karya Rizki Kurniawan dan Muhammad Ilham Akbar.

“Kotak Kesenangan, begitu kira-kira arti sederhana dari judul karya kami” terang Rizki Kurniawan, pendiri Komunitas Suaro Talago-Lubuksikaping. Mengungkap tentang keresahan seorang pelaku/pegiat yang selama ini hanya bergiat/berkarya secara sendiri-sendiri tanpa peduli bagaimana apresiasi pihak luar atas karya  dan kegiatannya. “Pokoknya kami berkarya dan bergiat saja,” lanjutnya.

Hingga pada satu titik si pelaku merasa terkurung dalam kotak sempit sebab ia melakukan aktivitasnya sendirian tanpa orang lain. Ia berusaha keluar dari kotak tersebut. Berbagai cara telah ditempuh, akhirnya ia menemukan seutas tali yang menjulur dari atas kepalanya. Ia bergantung pada tali tersebut, sekuat mungkin beruasaha keluar dari kotak sempit. Akhirnya ia berhasil keluar. Di luar, ia menemukan dan berinteraksi dengan orang lain (sesama pelaku). Ia merasa hal itu mendatang kesenangan lain baginya. “Tali itu simbol dari orang-orang yang membantu kami dalam berkarya/bergiat” ungkap Rizki yang sehari-hari berprofesi sebagai kepala sekolah.

“Beat box dan pantomim, pertunjukan yang tidak familiar bagi kita di Pasaman” tutur Muhammad Ilham Akbar. “Keduanya seakan asing, di sini” keluh Ilham.

Bincang karya “Fun Box” tersebut dihadiri oleh Komunitas Talang Barueh, Sanggar Seni Intan Baludu, Sanggar Ranah Saiyo, Sanggar Siprabu, Komunitas Suaro Talago, Sanggar Limbago Papeh Sakato, SSS Beta Galery, dan Pasaman Boekoe Indonesia.


Pada sesi tanya jawab, pernyataan atau pertanyaan peserta cenderung pada keluh kebingungan dalam memahami dan memaknai maksud dari cerita berbentuk gerak pantomim yang diperankan Rizki Kurniawan. Sebagai penutup kegiatan, peserta melakukan refleksi terhadap empat pertemuan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera - 14 Juni 2026
  • GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV - 14 Mei 2026
  • Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata - 25 April 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudaya

Related Posts

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Oleh Redaksi Marewai
14 Mei 2026

Medan, 10 Mei 2026 - Kumpul IV menandai keberlanjutan sebuah ruang yang diinisiasi oleh GUA lokal, yang dalam beberapa...

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
25 April 2026

Tidak ada hukum wajib atau teori khusus yang mengharuskan sebuah komunitas teater memiliki penulis naskah tetap. Keberadaannya bukanlah sekadar...

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
6 April 2026

Nan Jombang Dance Company selalu memberikan kesejukan bagi jiwa seniman, menyediakan ruang agar mereka dapat terus tumbuh dan berkembang...

Next Post
Cerpen Ade Mulyono | NAK

Cerpen Ade Mulyono | NAK

Cakap Film – MEMBACA SINEMA MENONTON SASTRA: ONE HUNDRED YEARS OF SOLITUDE | Nanda Winar Sagita

Cakap Film - MEMBACA SINEMA MENONTON SASTRA: ONE HUNDRED YEARS OF SOLITUDE | Nanda Winar Sagita

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In