• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 5, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Membincang “Kotak Kesenangan” di Gen Z Book House

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2025
in Berita Seni Budaya
2.1k 21
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Minggu sore, 29 Desember 2024, pelaku/pegiat/penikmat seni-budaya di Pasaman kembali menggelar program Bareh Ganggam dalam bentuk Bincang Karya. “Kami senang ditunjuk sebagai tuan rumah” ungkap Farin Nur Syifa (15 tahun), pendiri dan pengelola Gen Z Book House. Komunitas yang dibentuk sebagai ruang kreativitas dan ekspresi generasi Z di Pasaman. Gen Z Book House aktif mengikuti berbagai kegiatan seni-budaya, termasuk berpartisipasi dalam program Bareh Ganggam.

“Tujuan utama progam Bareh Ganggam adalah sebagai siasat silaturahim terjadwal antar komunitas /sanggar/kelompok seni-budaya dan upaya pembiasaan apresiasi karya putra/putri Pasaman” jelas Arbi Tanjung, salah satu dari lima inisiator. “Harapannya,kegiatan bincang karya ini mampu menciptakan kebiasaan apresiasi terhadap karya,” lanjut Arbi.

Sejak digelar perdana pada 3 November 2024, kegiatan ini rutin digelar dua minggu sekali. Tuan rumah ditunjuk secara bergilir. Salah seorang ditunjuk sebagai pemantik, sedangkan pekarya didapuk sebagai pembicara. Pelaku/pegiat/penikmat seni-budaya yang terlibat membincangkan karya tari / musik / sastra /teater/film/fotografi/kriya/rupa produksi putra-putri Pasaman.

“Fun Box” itu judul karya yang mereka bincangkan pada pertemuan keempat program Bareh Ganggam ini. Sebuah pertunjukkan kolaborasi antara pantomim dan beat box karya Rizki Kurniawan dan Muhammad Ilham Akbar.

“Kotak Kesenangan, begitu kira-kira arti sederhana dari judul karya kami” terang Rizki Kurniawan, pendiri Komunitas Suaro Talago-Lubuksikaping. Mengungkap tentang keresahan seorang pelaku/pegiat yang selama ini hanya bergiat/berkarya secara sendiri-sendiri tanpa peduli bagaimana apresiasi pihak luar atas karya  dan kegiatannya. “Pokoknya kami berkarya dan bergiat saja,” lanjutnya.

Hingga pada satu titik si pelaku merasa terkurung dalam kotak sempit sebab ia melakukan aktivitasnya sendirian tanpa orang lain. Ia berusaha keluar dari kotak tersebut. Berbagai cara telah ditempuh, akhirnya ia menemukan seutas tali yang menjulur dari atas kepalanya. Ia bergantung pada tali tersebut, sekuat mungkin beruasaha keluar dari kotak sempit. Akhirnya ia berhasil keluar. Di luar, ia menemukan dan berinteraksi dengan orang lain (sesama pelaku). Ia merasa hal itu mendatang kesenangan lain baginya. “Tali itu simbol dari orang-orang yang membantu kami dalam berkarya/bergiat” ungkap Rizki yang sehari-hari berprofesi sebagai kepala sekolah.

“Beat box dan pantomim, pertunjukan yang tidak familiar bagi kita di Pasaman” tutur Muhammad Ilham Akbar. “Keduanya seakan asing, di sini” keluh Ilham.

Bincang karya “Fun Box” tersebut dihadiri oleh Komunitas Talang Barueh, Sanggar Seni Intan Baludu, Sanggar Ranah Saiyo, Sanggar Siprabu, Komunitas Suaro Talago, Sanggar Limbago Papeh Sakato, SSS Beta Galery, dan Pasaman Boekoe Indonesia.


Pada sesi tanya jawab, pernyataan atau pertanyaan peserta cenderung pada keluh kebingungan dalam memahami dan memaknai maksud dari cerita berbentuk gerak pantomim yang diperankan Rizki Kurniawan. Sebagai penutup kegiatan, peserta melakukan refleksi terhadap empat pertemuan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudaya

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Cerpen Ade Mulyono | NAK

Cerpen Ade Mulyono | NAK

Cakap Film – MEMBACA SINEMA MENONTON SASTRA: ONE HUNDRED YEARS OF SOLITUDE | Nanda Winar Sagita

Cakap Film - MEMBACA SINEMA MENONTON SASTRA: ONE HUNDRED YEARS OF SOLITUDE | Nanda Winar Sagita

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In