• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

KKN Tematik Universitas Andalas Nagari Tikalak 2024 Bersama Masyarakat dalam Melestarikan Seni Musik Talempong: Kebudayaan Nagari Tikalak yang Mulai Tergerus Zaman

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
9 Februari 2024
in Selayang Info
1.1k 46
0
Home Budaya Artikel Selayang Info
BagikanBagikanBagikanBagikan


Sumatera Barat yang dihuni oleh mayoritas masyarakat suku minang, memiliki banyak sekali kebudayaan asli yang tak terhitung jumlahnya. Setiap dari budaya tersebut memiliki makna luar biasa serta menunjukkan kekuatan dan keindahan yang tak ternilai, yang mana sejatinya tak lekang oleh waktu. Masyarakat Minangkabau memiliki keterikatan nan erat dengan budayanya, seperti dalam pepatah minang “Adat dipakai baru, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buuruak samo dituang” Pepatah ini menyiratkan bahwa penting bagi kita untuk menjaga dan melestarikan adat dan kebiasaan baik dalam budaya minangkabau. Maka dari itu, kelestarian seni budaya yang sejatinya mesti melekat di dalam sendi masyarakat haruslah dijaga dan dilestarikan adanya.


Sayangnya, semakin berkembangnya zaman, ketertarikan generasi muda pada kesenian tradisonal asli Minangkabau makin lama semakin menurun, membuat seni budaya yang ada menjadi mulai terlupakan dan terancam hilang. Nagari Tikalak, sebagai salah satu nagari yang berusaha mempertahankan nilai nilai budaya lewat seni musik, kini juga ikut berkurang peminatnya. Selain kebanyakan masyarakat nagari yang pergi untuk merantau, generasi mudanya saat ini juga tidak begitu tertarik untuk melestarikan kebudayaan musik ini.


Pada bulan Januari-Februari tahun 2024, Universitas Andalas mengadakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) yang mengusung beberapa prinsip dasar salah satunya environmental development. Dalam pelaksanaannya diharapkan KKN ini dapat membantu melestarikan dan mengembangkan lingkungan fisik dan sosial untuk kepentingan bersama.
Untuk mewujudkan hal itu, Mahasiswa KKN Tematik dari Universitas Andalas terlibat dalam sebuah inisiatif kolaboratif yang bertujuan untuk melestarikan seni musik Talempong, bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Nagari Tikalak. Seni musik Talempong, yang telah lama menjadi warisan budaya masyarakat Minangkabau terkhususnya masyarakat nagari Tikalak, kini menghadapi tantangan dari perubahan zaman. Dalam upaya melestarikan kekayaan budaya ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Andalas berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang melibatkan kelompok kesenian Bundo Kanduang nagari Tikalak.


Terdapat beberapa macam talempong menurut fungsinya seperti talempong pacik, talempong duduk, talempong tingkah, dll. Kelompok Kesenian Bundo Kanduang Nagari Tikalak mendalami khususnya talempong pacik yang dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan “talempong pegang”, sesuai namanya, talempong pacik dimainkan dengan cara satu atau dua satuan di pegang di tangan kiri dan di pukul menggunakan pemukul berbahan kayu sesuai dengan ritme masing masing satuan.


Dalam perjalanannya, mahasiswa bersama dengan Kelompok Kesenian Bundo Kanduang Nagari Tikalak melakukan pelatihan talempong rutin, memperkenalkan kepada mahasiswa tentang berbagai jenis lagu dan fungsi talempong yang selaras dengan berbagai jenis kesenian lain, seperti tari Piring, tari Pasambahan dan jenis kesenian lainnya. Ternyata, kelompok kesenian Bundo Kanduang nagari Tikalak memiliki sejarah panjang nan gemilang. Menurut penjelasan salah satu anggota, kelompok kesenian ini telah eksis melakukan penampilan di berbagai kegiatan, termasuk pernah tampil di salah satu stasiun televisi nasional.


Dengan dilaksanakannya kegiatan ini mahasiswa yang telah hidup di tengah masyarakat sebagai bagian dari anggota masyarakat dapat mempelajari kearifan lokal serta nilai-nilai sosial kemasyarakatan, berbekal ilmu budaya yang telah didapat, diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan kembali ilmu budaya yang telah dipelajari ke cakupan yang lebih luas guna mempertahankan keberagaman budaya dengan menjaga dan mendukung musik tradisional yang dapat menguatkan identitas budaya dan memperkuat rasa kebanggaan akan warisan budaya yang kita miliki.


Dokumentasi Kegiatan Latihan Talempong dengan Kelompok Kesenian Bundo Kanduang di Balai Adat.

Biodata Penulis, Nasywa Maharani Andricka dan Muhammad Anshari

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaEsaiPelesiran

Related Posts

UWRF 2025: Hasbunallah Haris Bakal Launching Novel Leiden (2020-1920) di Ubud, Bali

UWRF 2025: Hasbunallah Haris Bakal Launching Novel Leiden (2020-1920) di Ubud, Bali

Oleh Redaksi Marewai
6 November 2025

Padang, Marewai – Nama Hasbunallah Haris mulai dikenal publik sejak ia menjadi salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian...

MALAYAPURA HERITAGE FILM FESTIVAL 2025

MALAYAPURA HERITAGE FILM FESTIVAL 2025

Oleh Redaksi Marewai
15 Mei 2025

Malayapura Heritage Film Festival (MAHEFF) 2025 merupakan sebuah bentuk perayaan keberagaman kekayaan Cagar Budaya (CB)/Objek yang Diduga Cagar Budaya...

SENSASI HANGAT DARI SI PEDAS MANIS: CARA MEMBUAT SERBUK JAHE INSTAN ANTI GAGALOleh: Nabilah Salwa

SENSASI HANGAT DARI SI PEDAS MANIS: CARA MEMBUAT SERBUK JAHE INSTAN ANTI GAGALOleh: Nabilah Salwa

Oleh Redaksi Marewai
9 Februari 2024

Jahe merupakan tanaman rimpang yang sudah dikenal lama khasiatnya dalam dunia kuliner maupun dunia medis. Tanaman jahe merupakan tanaman...

Membangkitkan Potensi UMKM Iko Lamak Melalui Digital Marketing bersama Mahasiswa KKN-T Universitas Andalas 2024

Membangkitkan Potensi UMKM Iko Lamak Melalui Digital Marketing bersama Mahasiswa KKN-T Universitas Andalas 2024

Oleh Redaksi Marewai
8 Februari 2024

Dengan diadakannya KKN Tematik Universitas Andalas Tahun 2024, Mahasiswa KKN Tematik Unand yang berlokasi di Nagari Koto Tangah, Kecamatan...

Next Post
Kembalinya  Dt. Perpatih Nan Sebatang Menemui Dt. Katumanggungan dalam Sejarah Tambo Bongka Nan Piawai: Zera Permana

Bagian #1 Datuk Perpatih Nan Sabatang: Menyamar Mengkritisi Undang-undang di Pariangan, dalam Sejarah Tambo Bongka Nan Piawai | Zera Permana

Catat Jadwal Lengkapnya! Malam Pemutaran Perdana: Serikat Budaya Marewai Menggelar Pemutaran Perdana Film "SIA?" Produksi Marewai N'Co.

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In