• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Diego Alpadani | Pejaran Bertemu Bahasa

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
22 Oktober 2022
in Puisi, Sastra
1.2k 78
0
Home Sastra Puisi
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pejaran Pertama Bertemu Bahasa

Bagaimana bisa kita hanya menjadi pronomina persona jamak
dan kelatahan dari konjungsi temporal melambangkan pekan ternak
verba mental. Apakah kita membunuh bahasa yang luasnya terkungkung
di gedung saja? Begitulah kalimat tanya kau loncengkan serupa anak-anak
yang dipaska memanjangkan langkah agar tak masuk ruangan bk.

Juga aku tahu walau kau ragu,
preposisi sudah menempatkan diri.
Bolehkah aku menjadi induk dari kalimat ragumu?

“Kau masih meragukan karena kita selalu merahasiakan.”

Agam, 2022


Pelajaran Kedua Bertemu Bahasa

Aku ingat
kalian yang tersenyum untuk menunjukkan sifat
bukan kerja dari otot pipi menarik bibir.
Pada pertemuan itu, ada yang tak tepat di satu tempat.
“Bolehkah dinamakan adjektiva?” tegas kalian segera
menudingku.

Agam, 2022


Pelajaran Ketiga Bertemu Bahasa

Kau hendak menjadi dokter bedah
kalimat, dari gabungan kata, frasa,
Klausa? Klausa?

Menyayat dengan pisau intuisi, jangan sesat.

Berapa jiwa sedang tertempel di dinding
meragukan morfem bebas terikat disusun
tanpa adanya makna. Aku tak pernah ragu
padamu yang hendak menjadi dokter bedah.

Agam, 2022


Pelajaran Keempat Bertemu Bahasa

Dan pada itu
kusodorkan kata yang telah komplikasi.

hampir saja mati digrogoti makna-makna
tak bermakna. Jika sebab akibat
sudah meminta padamu yang terlatih
aku bisa apa?

Apa aku bisa?

Dan itu pada
kau saja.

Agam, 2022


Pelajaran Kelima Bertemu Bahasa

Yang biasa adalah bahasa
Yang tidak biasa adalah bahasa
Bahasa yang tidak basa-basi adalah.

Yang nyata adalah bahasa
Yang gaib adalah bahasa
Bahasa yang kompleks yaitu.

Itu ialah bahasa
Ini ialah bahasa
Tersebut ialah bahasa
Bahasa ini, itu, tersebut ialah.

Agam, 2022


Biodat Penulis
Diego Alpadani saat ini memiliki hobi duduk di Lapau Wo Wat. Senang mendengarkan Ota Lapau di sana sambil menikmati teh telur.



  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: CerpenMarewaipuisi

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post

Cerpen Orang-Orang Berbaju Hitam | Tara Febriani Khaerunnisa

Kaba Festival 2022 – Komunitas Seni Nan Tumpah akan pentaskan lagi “Healing Hilang: Dari Semak ke Belukar”

Kaba Festival 2022 - Komunitas Seni Nan Tumpah akan pentaskan lagi “Healing Hilang: Dari Semak ke Belukar”

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In