• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

PENUTUPAN PEKAN NAN TUMPAH 2021 Masuk pada hari terakhir Pekan Nan Tumpah 2021

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
7 Juli 2022
in Budaya, Berita Seni Budaya
2.1k 64
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pekan Nan Tumpah adalah sebuah Festival Seni dwitahunan yang awal mulanya digagas oleh Komunitas Seni Nan Tumpah pada tahun 2011. Untuk gelaran Pekan Nan Tumpah 2021 ini, Pekan Nan Tumpah kali ini sudah memasuki gelaran keenam.


Tenku Raja Ganesha, Ketua Pekan Nan Tumpah 2021 mengatakan, “Pekan Nan Tumpah 2021 ini melibatkan banyak sekali orang atau pengkarya baik personal maupun komunal. Kerja Pekan Nan Tumpah 2021 kali ini bisa dikatakan kerja lintas komunitas dan lintas disiplin seni yang lebih banyak jika dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.”


Pekan Nan Tumpah 2021 kali ini mengusung tema Pandemi Hahahihi: Lain Sakit Lain Diobat. Tema ini muncul untuk merespon dampak dari masa pandemi pada saat dua tahun terakhir. Kemudian untuk pelaksanaanya digelar di Taman Budaya Sumatera Barat dengan tujuan merespon ruang-ruang yang terbengkalai yang ada di Taman Budaya Sumatera Barat, jelas Tenku Raja Ganesha.


Di hari terakhir Pekan Nan Tumpah 2021 ini, tetap dibuka dengan aktivitas reguler pada jam 09.00 WIB yang menghadirkan pameran yang telah berlangsung sejak awal Pekan Nan Tumpah ini digelar. Kemudian ada juga agenda pemutaran film dari Sani Films, agenda sketchday yang dihadirkan oleh komunitas Rumah Ada Seni (RAS), dan lapak baca dari Sekolah Gender (Sekgen), komunitas Rumba, dan PHP, lanjut Tenku Raja.


Bedanya dengan hari-hari sebelumnya adalah diadakannya forum diskusi terarah dengan pemantik diskusi Edi Utama, Hermawan An, M. Zuhrizul, dan Syahrial Yayan. Forum diskusi ini melibatkan peserta-peserta yang turut andil dalam Pekan Nan Tumpah 2021 kali ini.


Lanjutan dari agenda reguler diskusi ini akan dilaksanakan pada malam harinya pukul 20.00 WIB oleh band Raze. Band bergenre metal alternatif ini terbentuk di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat pada pertengahan September 2017. Band yang pada awalnya diinisiasi oleh Gari, Galuh, dan Akbar ini menghadirkan musik metal yang dipengaruhi oleh band-band seperti As I Lay Dying, Jinjer, Disturbed, In This Moment, Omnium Gatherum, dan Lamb of God. Dalam hal komposisi, band ini menyelipkan unsur-unsur contemporary classical music dan simplified music yang kemudian menjadi ciri khas mereka. Dengan mengartikulasikan lirik-lirik yang merujuk pada social distortion, humanitarian intervention, dan self-reliant, Raze mencoba membangkitkan kesadaran akan segala fenomena negatif yang terjadi. Konsep musik yang penuh akan dinamik inilah yang menjadi senjata utama Raze dalam mencoba menyampaikan vibrasi nada militan mereka, yaitu untuk melakukan aksi humanitarian.


Pada penampilan lainnya, akan dihadirkan Darak Badarak dengan sebuah pertunjukan musik yang menarik untuk ditonton. Darak Badarak adalah sebuah komunitas musik tradisional modern asal kota pariaman yg berdiri dari 12 tahun yg lalu. Komunitas ini fokus pada musik tradisi yg dikolaborasi dengan musik modern, dengan konsep karya sederhana yg dikemas menarik dan sempurna.


Sementara itu, pada akhir pertunjukan akan ditampilkan jam session. Mahatma menjelaskan, untuk hari penutupan Pekan Nan Tumpah 2021 ini, kami menutupnya dengan sedikit kata penutup yang akan diungkapkan oleh Tenku Raja sebagai ketua pelaksana dan jam session yang memberikan ruang untuk berhahahihi kepada seluruh peserta yang terlibat dalam Pekan Nan Tumpah 2021 kali ini.


Pada kesempatan terakhir, Fajry Chaniago selaku koordinator lapangan mengungkapkan bahwa kerja-kerja lintas komunitas ini akan terus dipertahankan untuk penyelenggaraan berikutnya. Untuk Pekan Nan Tumpah berikutnya. Tunggu!

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaFestivalNan tumpah

Related Posts

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

Next Post
Zera Permana – Raja Minangkabau Menyerang Negeri Mesir | Punago Rimbun

Zera Permana - Raja Minangkabau Menyerang Negeri Mesir | Punago Rimbun

Puisi-puisi Abed Ilyas | Dilah Jojor II

Puisi-puisi Abed Ilyas | Dilah Jojor II

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In