• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Perubahan Sistem Pemerintahan Jepang Pada Era Restorasi Meiji dalam Novel Hanauzumi | Rio Mardi dan Ferdinal

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
23 November 2021
in Sastra
1.1k 85
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Junichi Watanabe adalah seorang penulis Jepang terkenal yang karya karyanya selalu menarik untuk dibaca. Dengan novelnya, Jun’ichi Watanabe berusaha menggoyang kelanggengan wacana tradisi yang sudah mengakar kuat pada pola pikir masyarakat Jepang sebagai imbas dari penerapan sakoku atau Politik Isolasi dalam kurun waktu melebihi tiga ratus lima puluh tahun oleh masa kekuasaan Tokugawa.

Cahyasari, seorang psikolog mengatakan, adanya peralihan kekuasaan menuju era Kekaisaran Meiji dan dihentikannya Politik Isolasi menandakan Jepang dibuka untuk dunia dan arus modernisasi sebagai pengaruh dari Barat mulai masuk ke Jepang. Satu usaha yang dilakukan dengan menghadirkan wacana modern yang membawa pola pikir maju dalam novel Hanauzumi.

Novel Hanauzumi adalah salah satu bentuk genre karya sastra berupa novel yang menceritakan tentang perjuangan dan perlawanan Ginko Ogino sebagai tokoh utama perempuan dalam upayanya memenuhi hak haknya selama era Restorasi Meiji. Selain itu realitas politik juga dialami oleh tokoh Ginko.

Ogundokun Sikiru seorang penulis dan peneliti Afrika mengatakan; bahwa sastra adalah panggung penting untuk perjuangan sosiopolitik, budaya, dan ekonomi. Suatu bentuk kreativitas yang meningkatkan transfer budaya dan pengetahuan dalam masyarakat. Dengan kata lain, sastra melukiskan kehidupan dengan tujuan untuk berbagi pengalaman, perasaan, imajinasi, pengamatan, temuan, prediksi dan saran kepada manusia untuk realitas sosial yang ada. Masyarakat berarti sebuah asosiasi orang yang terdiri dari orang-orang yang memiliki aturan perilaku seperti kepercayaan, kebiasaan, tradisi, konvensi, nilai-nilai sosial dan norma masyarakat ini terletak pada sastra.

Zaman Meiji seperti Ginko Ogino dalam novel ini untuk berpendidikan tinggi dan berprofesi sebagai dokter wanita merupakan hal yang hampir mustahil. Sebenarnya, Ryousaikenbo merupakan awal dari pandangan wanita Jepang modern. Hal ini disebabkan karena sebelum zaman meiji, para wanita hanya berperan sebagai orang melahirkan anak saja serta tidak diperbolehkan mengurus anaknya sendiri. Tetapi sejak konsep Ryousaikenbo mulai diterapkan pada zaman meiji, wanita pun harus turut berperan aktif dalam mendidik anak.

Sharon, seorang psikolog mengatakan Ryosai Kenbo merupakan suatu paham yang dikeluarkan pemerintah Meiji yang bertujuan untuk membentuk wanita menjadi seorang istri yang baik dan ibu yang bijaksana yang mampu memberikan konstribusi pada negara dengan kerja kerasnya dalam mengatur rumah tangga secara efisien, menjaga orang lanjut usia dan anggota keluarga yang sakit, serta mendidik anak-anak dengan bijaksana.

Bahkan, pada saat itu pekerjaan bagi wanita Jepang sangat dibatasi serta pendidikan bagi wanita hanya dapat sampai SMU. Sehingga dapat dikatakan bahwa, konsep Ryousaikenbo sebagai awal dari dimulainya ketidakadilan atau diskriminasi gender bagi wanita Jepang. Dimana seorang wanita yang telah menikah dan memiliki anak harus secara penuh mengurus rumah tangga dan merawat anak serta patuh terhadap segala keputusan suami.

Atas dasar konsep Ryousaikenbo ini wanita Jepang harus dapat berperan sebagai istri yang baik dan mengatur keadaan rumah dan melayani kebutuhan keluarga terutama suami dan dapat juga bereran sebagai ibu yang bijaksana dalam menyerahkan diri sepenuhnya untuk mendidik anak.

Tidak peduli bagaimanapun terdidiknya perempuan kelas menengah tapi mereka tidak ada peluang di dalam masyarakat untuk menggunakan pendidikan mereka dalam berbagai cara yang efektif.
Seperti halnya, Ginko yang hidup di zaman Meiji yakni zaman dimana perempuan susah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Hal tersebut karena ada paham dalam masyarakat yakni paham yang menganggap bahwa wanita harus tinggal di rumah dan tugas wanita yaitu urusan rumah tangga dan merawat anak dan suami. Sehingga Ginko harus berjuang untuk bisa kuliah dan menjadi dokter wanita pertama.

Bruce Alix seorang peneliti dalam bukunya Feminism And Nasionalist Rhetorich In Meiji Japan mengatakan, Citra kebaikan istri dan ibu yang bijaksana akan memberikan citra perempuan ideal dalam dekade berikutnya. Dalam suasana berkehidupan yang seperti inilah, Ginko berkiprah.


Rio Mardi dan Ferdinal Prodi Ilmu Sastra Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Unand


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaNovelSastraSeni

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Sejarah Revolusi Indonesia dalam Novel Neraka di Timur Jawa | Bovi Andriza dan Ferdinal

Sejarah Revolusi Indonesia dalam Novel Neraka di Timur Jawa | Bovi Andriza dan Ferdinal

Puisi-Puisi Yolanda Putri Yohanes | Kepada yang Mengasur

Puisi-Puisi Yolanda Putri Yohanes | Kepada yang Mengasur

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In