• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Zera Permana | Serangan Balik Berkecamuk di Carocok Gaduang Intan – #bagian2

Zera Permana Oleh Zera Permana
8 Maret 2022
in Punago Rimbun
1.2k 24
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan


Setelah terbentuk pasukan dan strategi berperang,  Magek Rindang dan Puti Sari Silinduang Bulan membagi pasukan, pasukan dari Carocok Gaduang Intan dan Bayang Kubang Ula menghadapi musuh yang ada di darat yaitu orang-orang garagasi, saat itu Raja Carocok Ganduang Intan Tuanku Bandaro Hitam pun ikut pergi berperang dengan memimpin pasukan Magek Rindang. Kemudian disaat itu Magek Rindang kembali menunjukan keperkasaanya, kebolehnya dalam berperang menghadapi orang-orang Garagasi Hitam, sehingga orang-orang Garagasi Hitam kuwalahan menangkis serangan demi serangan yang dilancarkan pasukan pimpinan Magek Rindang.

Pasukan dari Taluek Sinyalai Tambang Papan, Kualo Bungo Pasang dan Pinang Awan dalam pimpinan Puti Sari Silinduang Bulan. Lalu Putri Sari Silinduang Bulan pergi bersama Magek Rindang ditemani oleh ibunya Puti Rimbun Jali ke Pulau Si Mundam Sati, membentuk strategi perang dengan taboh-toboh pemanah yang handal dilautan, membuat pasukan bajak laut Rupik kembali kocar kacir berlarian ke tengah laut Pulau Si Mundam Sati. Pasukan Garagasi Hitam dan Bajak Laut Rupik dapat dipukul mudur ke tengah laut oleh Magek Rindang dengan Puti Sari Silinduang Bulan berserta dengan toboh-tobohnya. Kemudian Pulau Si Mundam Sati pun kembali aman, tenang, dan tentram.

Maka di jemput kembali oleh Magek Rindang Dipataun Hitam yang mengunsi di Kualo Pinang Awan bersama anak dan istrinya. Setiba di Pulau Si Mundam Sati Dipatuan Hitam mebalas jasa Magek Rindang, menjodohkan Magek Rindang dengan anaknya Puti Junjuang Buieh terjadilah alek kawin (pesta pernikahan) yang besar di Pulau Si Mundam Sati. Sedangkan Puti Sari Silinduang Bulan di jodohkan pula dengan anaknya yang laki bernama Rindang Bumi. tetapi ketika akan melakukan pernikahan mereka berdua  dihentikan oleh Puti Rimbun Jali yang datang ke Pulau Si Mundam Sati dengan berkata “sesunggunya Puti Sari Linduang Bulan dengan Rindang Bumi bersaudara, sama-sama anak engkau Tuanku Dipatuan Sati.” Mendengar perkatan itu Dipatuan Hitam kaget, ternyata Puti  Sari Silinduang Bulan adalah anaknya dengan Putri Rimbun Jali yang hamil ia usir dari istana Pulau Si Mundam Sati.  berarti Rindang Bumi dan Puti Sari Sirindang Bulan saudara seayah berlainan ibu dengan Puti Sari Silinduang Bulan.  Maka Dipatuan Hitam ketika mendengar perktaan Puti Rimbun Jali penjelasan demi penjelasan yang keluar dari mulutnya ia merasa terharu serta merasa bersalah atas tindakannya dulu terhadap Puti Rimbun Jali. Pernikahan Puti Sari Linduang Bulan dengan adiknya Rindang Bumi batal.

Sedangkan  bajak laut yang menyikir kelautan itu kembali menyusun strategi ketika mendapat bantuan dari Raja Alang Gampito yang duduk di Bandar Malako. Kemudian mereka kembali melakukan aksinya tetapi tidak kepada Pulau Si Mundam Sati tepi kepada Carocok Ganduang Intan. Mereka mengirim pasukan Garagasi Hitam untuk memporak porandakan perkampungan Carocok Ganduang Intan, Sedang kaum bajak laut menanti di sepanjang bibir pantai,  pernyerbuan terhadapat Carocok Ganduang Intan banyak memakan korban jiwa sebagian penduduk yang hidup berlarian keperdalam hutan negeri  Carocok Ganduang Intan, rajanya Tuanku Bandaro Hitam nyaris terbunuh oleh Raja Sigulambai Arang panglima Garagasi Hitam, tapi Raja Carocok Ganduang Intan dapat diselamatkan oleh Raja Taluek Sinyalai Tambang Papan berserta keluraganya. Sedangkan negerinya Carocok Ganduang Intan di bumi hanguskan oleh kaum Garagasi, kemudian dibiarkan sunyi tidak berpenghuni. Tatapi orang-orang Garagasi atas perintah Rajo Aniayo yang ada dilautan untuk membuat benteng disetiap pelosok negeri Carocok Ganduang Intan, dan bajak lautnya tetap mengawasi disepanjang pantai Negeri Carocok Ganduang Intan, karena akan ada intrusi nanti oleh Panglima Sonsang Lawik, untuk memerangi dan membumi hanguskan kembali negeri tetangga Carocok Ganduang Intan yakni Taluek Sinyalai Tambang Papan.

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: BudayaCerita rakyatKabaMarewaiMinangkabauPesisir selatanPunago Rimbun

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Cerpen: Muhammad Aziz Rizaldi | Kambing Kemiskinan

Cerpen: Muhammad Aziz Rizaldi | Kambing Kemiskinan

Persiapkan Santri Ke Timur Tengah, Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Laksanakan Pelatihan Membaca Kitab Kuning

Persiapkan Santri Ke Timur Tengah, Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Laksanakan Pelatihan Membaca Kitab Kuning

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In