• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

SEKOCI (Serikat Koreografer Cinta Indonesia) : Festival MenTari Hari Ini Akan Dihelat, Silakan Catat Jadwal Lengkapnya.

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
6 April 2021
in Berita Seni Budaya
1k 79
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Padang, Marewai– Selasa (6/4) pukul 10.00 WIB, Festival MenTari dihelat di Taman Budaya Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Padang. Festival ini ditaja oleh Serikat Koreografer Cinta Indonesia (Sekoci), sepuluh koreografer muda Sumbar siap menampilkan karya terbaik mereka dalam iven tersebut.

Festival MenTari merupakan ajang kreasi koreografer muda, akan dibuka  oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti, kemudian langsung menampilkan salahsatu karya peserta. Adapun karya peserta yang akan ditampilkan di Taman Budaya tersebut adalah “Siklus Minus” yang merupakan garapan koreografer muda Ipraganis.

Setelah kegiatan pembukaan tersebut, dilanjutkan dengan penampilan peserta di Teater Tertutup, Mursal Esten, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP) di Kawasan Air Tawar dari tanggal 6 sampai tanggal 8 April 2021.
Penampilan peserta di FBS UNP direncanakan akan dimulai pukul 14.00 WIB, dan akan menampilan tiga koreografer muda.

Daftar peserta yang akan tampil pada festival MenTari hari pertama, hasil rilisan panitia, Selasa (6/4) Ialah; Denny Maiyosta, Hendri, dan Marya Danche. Ketiga koreografer muda ini akan mengusung tema yang yang berbeda dan tentu dengan konsep penggarapan yang berbedapa pula.

Koreografer Denny Maiyosta akan mengusung karya berjudul “Aksara Jenggala”, yang berkisah tentang keserakahan manusia dalam mengeksploitasi hutan tanpa diimbangi dengan penanaman kembali. Akibatnya hutan akan kehilangan fungsinya dan bumi akan semakin panas dan tidak akan seimbang. Pada gilirannya, semua akan tiba pada waktunya, ketika rimba raya melakukan unjuk-rasa atas kerusakan yang tak terkendali itu dengan cara mereka sendiri, tidak terduga serta dengan bahasa yang juga tidak dapat dipahami.

Penampilan kedua adalah koreografer Hendri yang akan menampilkan karya berjudul “Darah Daging”, karya ini menceritakan ketika orang begitu mengagungkan percepatan yang menyebabkan mereka menjadi hilang kendali, bahkan kehidupan cenderung berujung berantakan. Dalam kondisi itulah, kelambatan justru dibutuhkan, karena kelambatan membawa banyak sisi yang berguna bagi manusia dan kemanusiaan, sekaligus menjadi ajang introspeksi diri.


Bagian penutup Festival MenTari hari pertama ini oleh Maria Danche yang akan membentangkan karya berjudul “Ibu Kedua”, yang berkisah tentang manusia tak akan pernah bisa lepas dari kehadiran seorang ibu bahkan sampai terciptanya peradaban yang tidak luput dari peran sorang ibu namun selain ibu yang melahirkan, manusia juga punya ibu-ibu yang lain yang mengasihi dengan tulus, seperti Mande Rubiah yang memilih menjadi ibu kedua bagi seorang anak lelaki yang bernama Tupai Janjang, dan selama masih ada perempuan, umat manusia tak akan pernah benar-benar kehilangan berkah ibu.

Berikutnya pada hari kedua, Rabu (7/4) Festival MenTari akan menghadirkan empat koreografer muda yakni Ipraganis, Muthia Rianti, Syafrizal, dan Syafrini.

Festival Mentari yang ditaja oleh Sekoci ini  berbeda dengan festival tari umumnya, pada festival ini koreografer dimbimbing oleh mentor terutama pada lima  aspek utama yang jadi perhatian untuk koreografer muda, yaitu koreografi, gagasan karya, musik tari, dramaturg, dan artistik.

Untuk materi koreografi difasilitasi Hartati (koreografer), gagasan karya oleh Heru Joni Putra (sastrawan), musik tari oleh Taufik Adam, seorang komposer, dramaturg tari oleh Adinda Luthvianti (sutradara), dan artistik oleh Hanafi (perupa).

Adapun 10 koreografer muda Sumatra Barat yang ikut dalam panggung Festival MenTari, ialah Denny Maiyosta, Ipraganis, Marya Dance, Afrizal, Nurima Sari, Muthia Rianti, Hendri, Yesriva Nursyam, Safrini, dan David Putra Yudha.

Dengan adanya festival ini dapat menjadi sebuah ruang baru atau geliat panggung-panggung baru untuk pekerja kreatif. Pun menambah gairah berkesenian di Sumatra Barat. Bentuk apresiasi tertinggi untuk mereka adalah dengan hadirnya pada acara yang dihelat, tentu panitia dan penampil sangat mengharapkan hal demikian. Selamat! (Edt Marewai)

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaEsaiOpiniPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
TANJUANG ALAI SELAYANG PANDANG: Mengintip Wisata Alam Eksotik dari Ketinggian | Ihsan Sanusi

TANJUANG ALAI SELAYANG PANDANG: Mengintip Wisata Alam Eksotik dari Ketinggian | Ihsan Sanusi

Air Terjun Silaweh : Pesona Tersuruk di Kampung Sejarah, Lengayang Pesisir Selatan

Air Terjun Silaweh : Pesona Tersuruk di Kampung Sejarah, Lengayang Pesisir Selatan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In