• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Pembukaan Pekan Nan Tumpah 2025: Siska Aprisia akan Tampilkan “Lidah Yang Tersangkut di Kerongkongan Ibu”

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
14 Agustus 2025
in Budaya
1.9k 123
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Sebagai salah satu penampil di Pekan Nan Tumpah 2025, Siska Aprisia akan bawakan sebuah pertunjukan dengan judul “Lidah Yang Tersangkut di Kerongkongan Ibu”. Dalam pertunjukan ini, Siska akan berkolaborasi dengan Jumaidil Firdaus sebagai penata musik, Yusuf Fadly Aser sebagai penata artistik, dan Mahatma Muhammad selaku dramaturg. Pertunjukan dengan kolaborasi lintas disiplin ini akan disajikan dalam pertunjukan pembuka Pekan Nan Tumpah 2025.

Sebagai koreografer, penari dan pegiat budaya asal Pariaman yang saat ini berdomisili di Yogyakarta dan telah melalang buana ke berbagai tempat dan negara dalam banyak aktivitas pergelaran seni, kemampuan dan kapasitas dari Siska tentu tak bisa dipandang remeh. Apalagi dalam pertunjukan yang akan dihadirkan di Pekan Nan Tumpah kali ini akan berkolaborasi dengan orang-orang yang juga punya segudang pengalaman.

Sebelumnya, tanggal 27 Juli 2025, Siska telah menyelesaikan pertunjukannya berjudul “Body Migration – I Do(n’t) Want”. Karya ini tercipta dari residensi Siska di Jerman, setelah terpilih sebagai peserta program REFLEKT bersama TanzFaktur 2024. Karya tari ini pertama kali ditampilkan 22 November 2024 di kota Koln, Jerman. Kemudian dipentaskan kembali di GoetheHaus Jakarta, Minggu (27/7/2025) malam.

Dalam tiap pertunjukannya, Siska selalu memakai Ulu Ambek sebagai basis penciptaan karyanya. Ulu Ambek adalah seni pertunjukan yang bersumber dari sejenis pencak silat, tanpa adanya sentuhan fisik di antara dua petarung yang menampilkan konflik atau pertarungan secara estetis. Dari berbagai perspektif, Ulu Ambek juga bisa disebut dengan pergulatan dengan batin. “Lidah Yang Tersangkut Di Kerongkongan Ibu”, pertunjukan ini mengungkap tubuh sebagai arsip tak resmi dari peristiwa-peristiwa yang dipinggirkan: penghakiman sosial, perantauan yang getir, kekerasan domestik, serta limbah-limbah simbolik dari tatanan patriarkis. Dengan strategi visual dan bunyi-bunyian yang menghantui, karya ini mempertanyakan otoritas bahasa ibu, yang seharusnya merawat namun kerap menjelma jerat. “Lidah Yang Tersangkut” tidak lagi metafora fisikal, melainkan simbol dari keterbatasan perempuan dalam mengekspresikan dirinya di tengah benturan tradisi, ekonomi, dan sistem nilai yang membusuk dalam diam dan kebisingan.

Dengan kekuatan gerak dari Siska, pengisian musik dari Jumaidil Firdaus, bentuk panggung yang dirancang oleh Yusuf Fadly Aser, dan rancang laku yang diolah oleh Mahatma Muhammad, akan menjadi seperti apa pertunjukan yang akan ditampilkan dalam Pekan Nan Tumpah 2025? Saksikan pada 24 Agustus 2025 di Fabriek Padang!

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026

Related Posts

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

Next Post
Di Pinggir Hindia: Ragadupa Luncurkan Single Romantisasi Teluk Bayur, Surat Cinta untuk Kota Padang — untuk Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan

Di Pinggir Hindia: Ragadupa Luncurkan Single Romantisasi Teluk Bayur, Surat Cinta untuk Kota Padang — untuk Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan

Taklimat Peluncuran Pekan Nan Tumpah 2025: Seni Murni, Seni Terapan, Seni Terserah, Kalau Kamu Paham Semua Ini, Mungkin Kamu Salah Paham

Taklimat Peluncuran Pekan Nan Tumpah 2025: Seni Murni, Seni Terapan, Seni Terserah, Kalau Kamu Paham Semua Ini, Mungkin Kamu Salah Paham

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In