• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
17 November 2025
in Pelesiran
1k 11
0
Home Pelesiran
BagikanBagikanBagikanBagikan

Di tengah rimbunnya hutan lindung Rimbang Baling, di sebuah desa terpencil bernama Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, berdiri sebuah sekolah sederhana yang menjadi saksi bisu perjuangan seorang guru muda bernama Yossar. Saya bukan berasal dari kota besar, bukan pula lulusan luar negeri. Saya lahir dan dibesarkan di Desa Lubuk Sarik, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat—sebuah kampung kecil yang namanya saja sudah menggambarkan kerasnya hidup.

Namun dari desa kecil itulah, saya memulai langkahnya sebagai pendidik. Sejak Maret 2019, semenjak saya lulus CPNS 2018 Kabupaten Kampar, saya menerima penempatan sebagai guru matematika di SMPN 2 Kampar Kiri Hulu, sebuah sekolah yang berada jauh di pedalaman yang lebih dikenal dengan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), di tengah belantara, di tempat yang bahkan sinyal pun enggan singgah.

Perjalanan yang Tak Sekadar Fisik, Tapi Juga Batin

Untuk sampai ke sekolah tempat saya mengajar, saya harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Dimulai dari kampung halaman, saya naik travel selama 12 jam menuju Provinsi Riau tepatnya di Kota Pekanbaru. Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor selama 3–4 jam menuju ibu kota Kecamatan Kampar Kiri Hulu, yaitu Gema. Dari kota Pekanbaru saya melewati beberapa kecamatan. Dimulai dengan kecamatan Siak Hulu, Perhentian Raja, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Tengah, Gunung Sahilan, dan terkahir Kampar Kiri. Namun perjalanan belum selesai. Dari Gema, saya harus menaiki perahu selama 2 jam menyusuri hulu Sungai Subayang, melewati desa-desa seperti Tanjung Belit, Muaro Bio, Batu Sanggan, Tanjung Beringin (Miriang), dan Gajah Bertalut, sebelum akhirnya tiba di Desa Aur Kuning.

“Setiap kilometer yang kutempuh bukan sekadar jarak, tapi bukti bahwa harapan bisa dijangkau.”

Di atas Desa Aur Kuning, masih ada tiga desa lain yang lebih terpencil. Namun di sinilah saya memilih untuk menetap dan mengabdi. Tidak ada jalan darat, tidak ada listrik, tidak ada sinyal. Satu-satunya akses adalah perahu yang menyusuri sungai. Di malam hari, cahaya pelita menjadi penerang. Di siang hari, suara alam menggantikan dering notifikasi. Pemerintah sudah mengusahan untuk membuat akses jalan namun terkendala oleh perizinan. Pihak kehutanan tak bersedia memberi izin alat berat untuk membuka jalan tersebut karena akan mengganggu kawasan hutan lindung. Pada tahun 2019, PLN pun sudah mulai menampakkan geliatnya, namun saya terkendala oleh Covid -19 dan akhinya proyek ini gagal.

Di Aur Kuning, dunia seakan berhenti. Tidak ada sinyal telepon yang menembus rimba, tidak ada jaringan listrik yang mengalir stabil, dan jalan aspal adalah sebuah kemewahan. Akses kehidupan modern terputus. Satu-satunya penghubung dengan dunia luar adalah perahu yang menjadi tumpuan hidupnya.

Mengajar di Tengah Sunyi dan Keterbatasan

SMPN 2 Kampar Kiri Hulu adalah satu dari tiga SMP yang berada di sepanjang aliran Sungai Subayang, bersama SMP Satap Batu Sanggan dan SMP Satap Subayang Jaya (SMP Salo). Di sekolah ini, saya mengajar matematika dengan segala keterbatasan. Tanpa proyektor, tanpa internet, tanpa fasilitas modern. Awal kedatangan saya kesini hanya ada 1 PNS yakni kepala sekolah selebihnya adalah honorer. Namun seiringnya berjalan waktu dengan adanya program PPPK dari pemerintah sekarang sudah ada 5 PNS, 6 PPPK dan 2 honorer. Saya menulis rencana pembelajaran dengan tangan, menyampaikan materi dengan papan tulis, dan membimbing siswa dengan kesabaran yang luar biasa.

“Jika teknologi tak bisa menjangkau, biarlah ketulusan yang menjadi jembatan ilmu.”

Saya percaya bahwa matematika bukan hanya soal angka, tetapi tentang cara berpikir, tentang ketekunan, dan tentang harapan. Ia mengajarkan anak-anak untuk tidak takut pada soal sulit, karena hidup pun adalah soal yang harus dipecahkan. Ia mengajarkan bahwa meski tinggal di pedalaman, mereka punya hak yang sama untuk bermimpi besar.

Antara Pengabdian dan Kerinduan

Di balik dedikasi itu, saya juga menjalani kehidupan yang tak mudah. Saya harus menjalani hubungan jarak jauh (LDR) dengan keluarga di Sumatera Barat. Setiap bulan, saya menyempatkan diri untuk pulang, menempuh perjalanan panjang demi melepas rindu dan mengisi kembali energi batin. Namun, saya selalu kembali ke Aur Kuning. Karena saya tahu, di balik sungai yang berliku dan hutan yang lebat, ada anak-anak yang menunggunya. Anak-anak yang ingin belajar, ingin maju, dan ingin mengubah nasib. Nmaun ada satu ucapan yang bikin saya terpukul yakni ketika saya naik perahu dan di antar langsung oleh peserta didik mereka berkata ”Cepat balik ya pak?”. Rasanya saya menjadi guru yang sangat berdosa namun apalah daya.

“Jarak bukanlah pemisah, selama hati tetap terpaut pada niat yang mulia.”

saya tidak hanya menjadi guru, tetapi juga menjadi kakak, sahabat, dan motivator bagi pesrta didik saya di sana. Saya mendengarkan cerita mereka, membimbing mereka, dan menanamkan semangat bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari keterbatasan.

Penutup: Lentera dari Hulu Negeri

Kisah saya adalah potret nyata dari semangat pendidikan di daerah 3T—Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Saya bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Saya  bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga menanamkan harapan. Saya membuktikan bahwa guru bukan hanya profesi, tetapi panggilan jiwa.

“Guru bukan hanya pengajar, dia adalah penjaga harapan dan penuntun masa depan.”

Di tengah keterbatasan, saya membuktikan bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan. Dan bahwa seorang anak dari Desa Lubuk Sarik bisa menjadi lentera peradaban di ujung negeri.

Pasar Kambang, 06 November 2025


Profil Penulis

Yossar dilahirkan di desa kecil bernama Lubuk Sarik, pada tanggal 5 Juli 1987. Merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara. Penulis sekarang aktif sebagai guru matematika di SMPN 2 Kampar Kiri Hulu dan juga sebagai Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Padang, Program Doktor Studi Islam. Kecintaannya pada dunia tulis menulis ini telah melahirkan banyak karya, mulai dari Novel, Kumpulan Cerpen, Antologi Puisi, bahkan buku Pelajaran pun pernah dirilisnya. Penulis memilki nama pena “Yossar Jambak”. Untuk mengenal penulis secara lebih lanjut dan melihat hasil karyanya silahkan hubungi di [email protected], FB “Udha Yhose Jambak”, IG yossar_pasisia, Tik Tok @pak_guru_3t (Ocu Djambak) serta WA 08131795263.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: Pelesiran

Related Posts

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

Oleh Redaksi Marewai
10 Januari 2026

            Tanggal 10 Juni Mbak Ruth Priscilia menghubungi saya, menyampaikan pesan bahwa novel Leiden (2020-1920) lolos dalam kurasi Ubud...

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2025

Arah Tutur Padang dengan semua penghuninya larut bersama malam yang dingin dan lembap. Adam, yang masih bayi acap kali...

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Oleh Arif P. Putra
1 November 2025

Perjalanan-perjalanan satu dekade terakhir yang saya lakukan kerap menemukan keajaiban-keajaiban, barangkali sebelumnya belum pernah terpikirkan. Bahkan, sebagian dari tempat...

Pelesiran: Rayuan Pohonan Lontar di Kota Karang | Raudal Tanjung Banua

Pelesiran: Rayuan Pohonan Lontar di Kota Karang | Raudal Tanjung Banua

Oleh Redaksi Marewai
27 Juni 2025

sastrawan dan penikmat perjalanan, tinggal di Yogyakarta TAK sebagaimana umumnya pantai di Indonesia dengan rayuan pohon kelapa atau nyiur...

Next Post
Menuju Payakumbuh Poetry Festival 2025: Ragam Pengalaman Budaya di “Antardunia dalam Puisi”

Menuju Payakumbuh Poetry Festival 2025: Ragam Pengalaman Budaya di "Antardunia dalam Puisi"

PPF dan MTN Seni Budaya Kolaborasi Kembangkan Penyair Muda: Pemenang Sayembara Ikuti Mentoring Intensif MTN Lab

PPF dan MTN Seni Budaya Kolaborasi Kembangkan Penyair Muda: Pemenang Sayembara Ikuti Mentoring Intensif MTN Lab

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In