• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Merantau (in Progress): Sebuah Karya Dalam Eksplorasi Seorang “Perantau” oleh Rani Jambak

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
7 November 2021
in Budaya, Berita Seni Budaya
1.2k 52
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Rangkuman Perjalanan Rani Jambak dalam Karya Merantau (in Progress) Minggu, 7 November 2021 Mulai jam 19.00 di Channel YouTube Dewan Kesenian Jakarta Semangat perburuan suara seorang Rani Jambak, komposer, musisi, sekaligus vokalis yang lahir di kota Medan, membawanya melanglang buana menyinggahi berbagai daerah di nusantara. Rani membiarkan dirinya “mengalir”, mendengarkan panggilan jiwanya untuk “mengembara” mencari suara-suara yang direkam dan kemudian diolahnya menjadi sebuah karya komposisi creative soundscape.

Minggu, 7 November 2021, Rani Jambak akan meluncurkan karya terbarunya yang bertajuk Merantau (in Progress), dalam sebuah event bergengsi Pekan Komponis Indonesia 2021, agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sejak tahun 1979, yang dulunya program ini bernama Pekan Komponis Muda. Karya Rani ini merupakan olahan kreatif dari kumpulan suara-suara yang telah direkamnya sejak tahun 2019 sampai 2021.

Dalam program ini Rani akan meluncurkan karya yang dikomposisinya pada bulan Oktober 2021, di mana untuk video penampilannya dikerjakan oleh Evi Ovtiana. Acara virtual ini dapat disaksikan di channel YouTube Dewan Kesenian Jakarta, berupa performance dan diskusi karya dari 10 komponis muda yaitu: Kristijan Krajnčan, Jody Diamond, Gatot Danar Sulistiyanto, Aryo Adhianto, Jason Mountario, Markus Rumbino, Rifal Taufani, Sraya Murtikanti, Nova Ruth x Rollfast, dan Rani Jambak. Konsep bermusik Rani Jambak dalam karya terbarunya ini merupakan rangkuman suara-suara yang dikumpulkannya dalam proses “merantau”.

Rani menemukan kesadaran dirinya sebagai orang Minangkabau yang lahir di rantau, di Sumatera Utara. Dan ketika Rani berkeliling daerah berburu merekam suara-suara, ia benar-benar menghayatinya sebagai sebuah proses perjalanannya di perantauan. Rani merasa bahwa perantauannya belum selesai, bahkan mungkin masih panjang. Perjalanannya merekam bebunyian khas ke berbagai daerah di penjuru nusantara masih merupakan sebuah proses yang tetap akan terus berlanjut, karena itulah ia menyematkan kata-kata “in progress” dalam judul karyanya: Merantau (in Progress). Creative Soundscape Creative soundscape menjadi jalur berkarya yang dipilih Rani Jambak. Ia berburu merekam suara-suara dari alam, suara orang berbicara, suara aktivitas budaya, suara lantunan doa, sampai suara keseharian yang ada di lingkungan masyarakat.

Rekaman-rekaman suara asli ini diolahnya dengan teknologi musik digital dan diaransemennya menjadi sebuah komposisi sepanjang 12 menit. Pengertian soundscapes sendiri merupakan suara apapun yang ada di sebuah wilayah yang dapat didengar oleh manusia. Studi mengenai soundscapes pertama kali dipopulerkan oleh Murray Schafer sekitar tahun 1960an. Sementara “Creative Soundscape” adalah istilah yang digunakan Rani untuk mendeskripsikan bahwa dalam karyanya ia tidak melulu menggunakan suara-suara asli, tapi sebagian juga diolahnya dengan teknologi digital, seperti teknik sampling yang mengolah suara menjadi suara instrumen baru, bisa berupa melodis atau perkusif.

Selain itu Rani mengeksplorasi bunyi dengan berbagai proses teknis melalui software, dengan penambahan beragam reverb, delay, ambience, perubahan EQ, dll. Merantau Dalam karya barunya ini, Rani Jambak merekam suara-suara yang berasal tujuh provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara (Kota Medan dan Bukit Lawang Kabupaten Langkat), Sumatera Barat (Pariaman, Tabek Patah, Payakumbuh, Bukit Tinggi, Padang) Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja), Jawa Tengah (Solo), DKI Jakarta (Jakarta), Bali dan Nusa Tenggara Barat (Pulau Lombok).

Bali
Lombok
Pasar Gedhe, Yogya

Baginya, perjalanannya mengejar dan merekam suara-suara khas nusantara ini merupakan proses perantauannya. Semenjak tahun 2015 Rani “terpanggil” untuk merantau, saat ia memutuskan untuk mengambil studi S-2 di Jurusan Creative Industry, Department of Media, Music, Communication and Cultural Studies, Faculty of Art, Macquarie University, Sydney, Australia. Sekembalinya ke tanah air, ia makin menjadi-jadi.

Merantau merupakan budaya Minangkabau. Maka ia menghayati proses perjalanan bermusiknya adalah sebagai sebuah perantauan untuk ia dapat mencari dan menemukan ke-Minangkabau-an yang ada di dalam dirinya, makna hidup, dan sebuah pencarian spiritualitas. Kata-kata “nomaden, mengembara, hijrah, dan merantau”, menjadi bagian penting dari proses perjalanan Rani ke dalam dirinya sendiri. Baik dalam konteks perjalanan fisik berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maupun dalam ranah yang lebih luas dalam hal pengalaman, pemikiran, dan eksplorasi. Bagi Rani, perantau akan menemukan berbagai hal baru, pembelajaran baru, dan nilai-nilai baru yang tidak ditemukannya dalam keseharian sebelumnya. Bahkan menurutnya, saat ia pulang ke rumah orang tuanya di Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, ternyata Rani merasa dirinya masih belum di rumah, masih dalam sebuah perjalanan.

Memorinya penuh dengan puzzle-puzzle perjalanan yang telah dilewatinya, bahkan dengan visualisasi perjalanannya di masa depan. Dalam refleksinya, Rani menemukan pemahaman atas dirinya dan segala perjalanan serta pengalaman spiritual yang dirasakannya. Keterkaitannya dengan leluhur, dan bagaimana ia berpikir tentang masa depan, di mana kehidupan adalah sebuah proses rotasi. Itulah kenapa manusia perlu berproses dan terkoneksi dengan leluhurnya, karena suatu saat mereka yang hidup pada saat ini juga akan jadi leluhur bagi masa depan. Inilah konsep future ancestor, sebuah tematik besar yang selalu Rani kampanyekan di sosial media. Human is Nothing and Beyond Dalam perburuan suara yang dilakukannya, Rani banyak menemukan, memahami, dan memaknai perbedaan serta keindahan dari perbedaan itu sendiri. Orang sering berkonflik atas nama perbedaan, tapi sebenarnya dari perspektif yang lain, justru perbedaan itu adalah bukti dari keindahan Tuhan. Karya Merantau (in Progress) bagi Rani merupakan rangkuman dan kesimpulan yang ia temukan dari perjalanan perantauannya. Sifat tunggal Tuhan dan ke-esa-an-Nya, Rani temukan dalam berbagai keyakinan di nusantara.

Pemahaman-pemahaman spiritualitas yang ada di berbagai daerah di nusantara, yang berkorelasi dengan agama-agama yang masuk ke tanah air, sebenarnya menggambarkan bagaimana keterkaitan manusia nusantara dengan alam dan dengan leluhurnya. Semuanya berada dalam sebuah sistem besar yang terintegrasi, di mana manusia hanya satu titik kecil di situ. Menurut Rani, human is nothing and beyond. Manusia itu bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya, tapi manusia itu juga tidak terbatas dan mampu menembus batas dimensi ruang, waktu, dan pemikiran. Tapi ketiadaan dan penembusan batas itu bukan karena kita, melainkan karena kekuatan di luar diri kita, yaitu Tuhan yang Esa, yang dipuja, dipanggil, dan disebut dengan berbagai nama.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Page 1 of 3
123Next
Tags: Berita seni dan budayaBudayaDkjMerantauMinangkabauRani Jambak

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
BATAJAU SENI KEMBALI AJAK MASYARAKAT MENARI DI KBKT-2

BATAJAU SENI KEMBALI AJAK MASYARAKAT MENARI DI KBKT-2

Sanggar Seni Puti Linggogeni Tampilkan Kesenian Tradisi dalam Pembukaan Turnamen Voli Putra Nagari Padang XI Punggasan

Sanggar Seni Puti Linggogeni Tampilkan Kesenian Tradisi dalam Pembukaan Turnamen Voli Putra Nagari Padang XI Punggasan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In