• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Artikel – Perbandingan Perawatan Naskah di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dengan Naskah Koleksi Pribadi | Mayang Puti Ifanny

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
26 Juli 2025
in Artikel
1k 31
0
Home Budaya Artikel
BagikanBagikanBagikanBagikan

Berbicara mengenai naskah kuno pada saat ini, tidak dapat ditemui di sembarangan tempat saja, tetapi berada di tempat-tempat yang disebut skriptorium. Skriptorium adalah tempat penyimpanan naskah-naskah kuno, seperti surau, perpustakaan, dan museum. Selain dapat ditemukan di tempat-tempat umum tersebut, naskah kuno juga dimiliki oleh pribadi masyarakat. Sering kali berupa surat-surat penting milik keluarga seperti ranji, surat tanah, warisan dan naskah-naskah yang berbau kekeluargaan. Dalam keilmuannya naskah-naskah tersebut dipelajari dalam bidang ilmu Filologi.

Filologi  berasal dari kata Yunani yaitu philologia yang berupa gabungan kata dari philos yang berarti ‘teman’ dan logos yang berarti ‘pembicaraan’ atau ‘ilmu’. Kata filologi mulai dipakai pada abad ke-3 SM oleh sekelompok ahli dari Iskandariyah yaitu untuk menyebut keahlian yang diperlukan untuk mengakaji peninggalan tulisan yang berasal dari kurun waktu beratus-ratus tahun sebelumnya (Baroroh, dkk 1994). Bidang ilmu ini bertujuan mengetahui apa isi naskah tersebut, bagaimana naskah tersebut mempengaruhi masyarakat, fungsi, budaya-budaya pada masa lampau dan perihal lain yang dapat ditemui pada naskah-naskah tersebut.

Keberadaan naskah yang sudah berabad-abad memiliki bentuk yang bermacam-macam, bahkan sudah tidak terbaca, robek, dimakan rayap dan kondisi-kondisi yang disayangkan. Hal ini menjadi pendorong untuk dapat mengulik dan mengetahui bagaimana keberadaan naskah tersebut di kota Padang. Terkhusus di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  Provinsi Sumatera Barat dan naskah arab melayu milik pribadi. Kedua tempat ini dapat diamati secara umum bagaimana bentuk fisik, cara penyimpanan dan isi kandungan dari setiap naskah-naskah yang berada di tempat tersebut. Tentu memiliki perbedaan yang signifikan sehingga dapat menjadi penanda bawah naskah tersebut milik pribadi atau lembaga resmi seperti perpustakaan.

Keberadaan naskah kuno di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumatera Barat terletak di lantai tiga, sayap kiri gedung utama. Satu hal pertama yang akan menarik perhatian dari ruangan itu ialah foto pahlawan nasional Sumatera Barat Tuanku Imam Bonjol. Dengan kaca transparan akan tampak jelas bentangan naskah yang dialas dengan rekal kayu, disertai dengan informasi dari naskah yang dinamakan katalog.

Secara umum, katalogus atau katalog merujuk pada carik kartu, daftar, atau buku yang memuat nama benda atau informasi tertentu yang disusun secara berurutan, teratur alfabetis. Katalogus merupakan daftar buku, barang, nama, gelar, dan lain-lain, yang disusun secara metodis. Secara etimologi, kata katalogus berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata katalogos, yang berarti daftar atau susunan. Kata kerja dari kata katalogos adalah katalogeo, yang berarti menyusun secara berurutan. Dengan demikian, yang disebut dengan katalogus naskah adalah daftar naskah yang disusun secara metodis (Zuriati, 2014)

Katalog dari naskah Tuanku Imam Bonjol ini berisi “Naskah terdiri dari 3 bagian teks, bagian pertama halaman 1-190 berisi memoir Tuanku Imam Bonjol, halaman 191-324 berisi memoar putranya yakni Naali Sutan Canigo dan bagian ketiga berisi dua notulen rapat” juga dituliskan di sana bahwa Naskah Tambo Tuanku Imam bonjol telah ini telah diakui sebagai ingatan kolektif nasional (IKON) oleh Perpustakaan Nasional RI.

Di kotak kaca yang sama terdapat buku “Terjemahan Naskah Tuanku Imam Bonjol”. Difungsikan sebagai pedoman untuk mengetahui naskah asli dari Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol bagi orang awam maupun orang-orang yang hendak mempelajari naskah tersebut. Dilihat dari kondisi fisik, meskipun sudah berusia lanjut, tetapi naskah ini tetap tampak utuh dan terawat. Terlebih tempat yang digunakan sebagai penyimpanan juga diisi dengan pengawet atau silica gel (pengawet) yang berada dekat dengan naskah.

Tidak hanya naskah Tuanku Imam Bonjol, juga terdapat naskah lain yang terpampang. Isi dari naskah-naskah juga beragam mulai dari naskah Alquran, naskah Minhaj al-Thalibin yang berisi teks fiqih yang direkontruksi oleh Imam Nawawi dari Kitab al-Muharrar karya Imam Rafi’i. Naskah Tafsir Jalalain yang berisi penafsiran ayat-ayat alquran yang dikarang oleh guru dan murid dengan nama serupa, yaitu Jalal al-Din. Selanjutnya naskah Minhaj al-Thalibinyang berisi ilmu Nahu yang dikarang oleh Abu abd allah Muha  mmad Ibn Daud al-Shanhaji. Dan naskah-naskah mengenai Tafsir Jalalain lainnya.

Jumlah keseluruhan naskah yang dirawat adalah 8, rata-rata berasal dari surau-surau yang ada di Sumatera Barat. Menurut penuturan penjaga ruangan, ada yang berasal dari Surau Paseban Koto Tangah.  Tidak hanya naskah di dalam kotak kaca saja, tetapi juga terdapat naskah yang belum terpajang dan disimpan di dalam lemari kayu ruangan. Bentuknya juga beragam, salah satu naskah yang menarik yaitu naskah yang terbuat dari kayu yang panjang seperti nota belanja. Menurut penuturan dari petugas, naskah tersebut berisi mantra guna-guna. Naskah ini belum dipamerkan dan dirawat seperti naskah yang sudah berada dalam kotak kaca, tetapi akan dirawat semana mestinya dalam waktu dekat.

Di lain sisi, naskah-naskah yang dimiliki pribadi juga menjadi perhatian dan patut dilirik. Bapak Zakarya (66 Tahun) menyatakan bahwa dahulunya ia memiliki beberapa manuskrip dari tulisan tangan yang ia dapat dari gurunya dahulu dan guru dari Bapak Zakarya juga memperoleh naskah tersebut dari gurunya. Naskah tersebut berisi ajaran-ajaran tarekat seperti tarekat naqsyabandiyah. Sayangnya naskah asli tersebut sudah tidak berada ditangannya, sebab pernah dipinjami kepada seseorang kemudian dalam waktu yang cukup lama naskah sehingga tidak pernah kembali ke tangannya. Saat ini ia hanya memiliki salinannya saja.  

Tidak hanya itu, ia juga memiliki ranji suku yang bertuliskan arab melayu, berusia 72 tahun, yang sudah ditransliterasikan. Upaya untuk mentransliterasikan huruf yang terdapat di dalam naskah ke huruf latin memberikan manfaat yang sangat positif bagi pembaca karena kenyataannya banyak anggota masyarakat yang sudah tidak lagi dapat membaca huruf asli yang terdapat di dalam naskah (Nuarca,2017:18). Sayangnya naskah tersebut juga hanya tinggal hasil salinan atau fotokopi. Begitu juga dengan naskah lain yang ditunjukan beberapa lembaran hasil fotokopi, setelah ditanyakan kepada beliau mengenai isi dari naskah tersebut, berisi tata cara manyirih dalam adat Minangkabau. Harapan Bapak Zakarya terhadap naskah yang dimiliki saat ini yaitu ia dapat mengajari anaknya membaca naskah tersebut, agar kepandaiannya dalam membaca naskah kuno bisa berlanjut hingga anak cucu.

Tidak hanya milik Bapak Zakarya, naskah pribadi yang ditemui yaitu milik Bapak Moni. Ia memiki selembar naskah yang bertuliskan aksara arab melayu. Surat tersebut merupakan surat tanah milik keluarganya sejak tahun 1942 atau sudah berusia 82 tahun. Menurutnya surat ini tidak boleh sampai ke tangan publik, sebab isi dari naskah tersebut termasuk privasi. Sehingga seminim mungkin atau bahkan tidak ada dalam pendokumentasiannya. Kondisi naskah yang dimiliki sudah mulai sulit dibaca akibat lipatan-lipatan dari naskah tersebut. Akan tetapi naskah  disimpan oleh Bapak Moni dalam sebuah map yang dikhususkannya untuk menyimpan surat-surat tanah atau surat berharga lain yang dimilikinya.

Dari keseluruhan naskah yang telah disurvei dapat disimpulkan bahwa tidak semua naskah pada saat ini dapat ditemukan dengan perawatan yang baik, mengingat usia naskah yang sudah lama dan berpotensi rusak juga sangat besar. Perawatan yang baik dapat dilihat pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumatera Barat. Memiliki informasi yang lengkap dan dapat dipahami oleh pengunjung awam yang datang. Sedangkan pada milik pribadi, tidak semua dapat dirawat dengan baik, bahkan hanya tersisa salinan dalam bentuk foto copi, juga tidak memiliki katalog yang dapat memberi informasi pembaca. Maka dari itu, edukasi terhadap masyarakat yang memiliki naskah tersebut perlu diberikan, sebab jika naskah tersebut tidak dirawat dengan baik, berbagai kerusakan-kerusakan akan terjadi sehingga kandungan dari naskah tersebut tidak dapat dipahami dan dibaca kembali. Pemerintah seharusnya juga ikut berperan dalam perawatan naskah ini, karena merupakan warisan budaya yang sarat akan makna dan nilai-nilai kehidupan.

Referensi:

Baroroh, Baried, dkk (1994). Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Nuarca, I. K. (2017). Metode Filologi Sebuah Pengantar. Denpasar: Sastra Jawa Kuno.

Zuriati. (2014). Dunia Pernaskahan Nusantara. Yogyakarta: Pustakan Sempu.


Mayang Puti Ifanny; Mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Bergiat di Labor Penulisan Kreatif. Bisa disapa di @ifanny05

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Tags: Budaya

Related Posts

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Dari Praduga Tak Bersalah ke Praduga Pantas Dihajar? | Abdullah Faqih, S.H., M.H

Dari Praduga Tak Bersalah ke Praduga Pantas Dihajar? | Abdullah Faqih, S.H., M.H

Oleh Redaksi Marewai
16 September 2025

Penulis geleng-geleng kepala. Seorang terduga pelaku pencurian dipukul, diintimidasi, bahkan direkam lalu videonya disebar. Sontak layar hitam muncul, Kata...

UWRF 2025: Hasbunallah Haris Bakal Launching Novel Leiden (2020-1920) di Ubud, Bali

UWRF 2025: Hasbunallah Haris Bakal Launching Novel Leiden (2020-1920) di Ubud, Bali

Oleh Redaksi Marewai
6 November 2025

Padang, Marewai – Nama Hasbunallah Haris mulai dikenal publik sejak ia menjadi salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian...

Next Post
Repatriasi Suara Leluhur Nias Menggema di Jakarta: Dialog Interaktif “Suara yang Pulang” Hadirkan Warisan Budaya yang Hidup

Repatriasi Suara Leluhur Nias Menggema di Jakarta: Dialog Interaktif “Suara yang Pulang” Hadirkan Warisan Budaya yang Hidup

Merayakan 116 Tahun Novelis Perempuan Pertama Indonesia Selasih (Sariamin Ismail) 1909-1995

Merayakan 116 Tahun Novelis Perempuan Pertama Indonesia Selasih (Sariamin Ismail) 1909-1995

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In