• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 4, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

ANTRIAN PANJANG MASUK KE RUANG PAMERAN DI HARI KEEMPAT PEKAN NAN TUMPAH 2025

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
28 Agustus 2025
in Berita Seni Budaya
2k 82
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Tak henti-hentinya bicara soal pengunjung, hari keempat Pekan Nan Tumpah 2025 disuguhi dengan antrian panjang pengunjung di pintu masuk menuju pameran. Ruang pamer yang hanya diperbolehkan masuk untuk 100 (seratus) orang maksimal itu membuat antrian panjang berkisar hampir dua puluh meter.
Hari Keempat Pekan Nan Tumpah 2025 dimulai dengan agenda diskusi buku LINIBUKU “mandulang Cinto” karya Hasbunallah Haris dengan narasumber Arif P. Putra dan Alizar Tanjung pada pukul 10.00 WIB. Lalu dilanjutkan pukul 13.30 WIB dengan diskusi buku “Cara Kerja Tuhan” karya Maulidan Rahman Siregar yang bahas oleh narasumber Yona Primadesi dan Ihamdi Putra. Seiring dengan agenda diskusi buku, pukul 13.30 WIB juga diisi dengan pelatihan “Membuat Mozaik Dari Manik” bersama Nona Jewelry yang diambil alih langsung oleh Susanti Rahim bersama 20 peserta yang telah mendaftar sebelumnya.


Pertunjukan eksibisi di hari keempat dibuka oleh pertunjukan “Retak Logos di Negeri Huruf” oleh SMA Negeri 2 Gunung Talang pada pukul 16.00 WIB. Lalu dilanjutkan dengan pertunjukan “Tari Buai-Buai” dari Sanggar tari Kasang Saiyo. Setelah itu, pertunjukan eksibisi hari keempat ditutup dengan pertunjukan “Fatamorgana” yang ditampilkan oleh Komunitas Seni Punago dari Kayu Tanam.


Usai istirahat dan sholat, rangkaian PNT 2025 dimulai kembali dengan pemutaran film “Cukup Sudi Untuk Rayu” yang disutradarai oleh Halvika Padma. Setelah pemutaran film, penonton digiring kembali menuju area di panggung belakang untuk menampilkan sebuah pertunjukan berjudul “Nata Sukma” karya Tatang R Macan. Dan agenda hari keempat ditutup dengan pertunjukan apik dari Taufik Adam berjudul “Sonic Matter”.


Hari ini 28 Agustus 2025 adalah hari kelima Pekan Nan Tumpah 2025. Selain pameran yang dimulai pada pukul 10.00 WIB, agenda hari ini dilanjutkan kembali pukul 13.30 WIB dengan pelatihan Turuk Laggai dari Komunitas Sinuruk Mattaoi Mentawai. Bersamaan dengan itu, gelar wicara Manajemen Talenta Nasional “Ikon Inspirasi: Kolaborasi Seni Lintas Media” juga dilangsungkan bersama Siko Setyanto.


Pertunjukan eksibisi hari ini dimulai pukul 16.00 WIB dengan menampilkan pertunjukan “Bulek Kato Anak Nagari” dari SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Lalu dilanjutkan dengan pertunjukan Tonel “Murat-Marit Asik” dari Grup Tonel Bahasa Tangsi Sikalang. Usai istirahat dan sholat maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pukul 19.00 WIB. setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan berjudul “Durhakala Vol 2” karya Kurniadi Ilham. Dan rangkaian panjang hari kelima akan ditutup dengan pertunjukan berjudul “Nilam Sati” dari Kamarkost.
Lisa Amelia, salah seorang pengunjung PNT 2025 hari keempat mengatakan bahwa Festival Pekan Nan Tumpah 2025 ini sangat ramai, namun menariknya juga memberikan banyak pilihan untuk penonton memilih apa yang ingin mereka saksikan. Bagi, Lisa, ini hal baru yang pernah ia lihat dan ia merasa sangat senang hadir di Pekan Nan Tumpah 2025.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budaya

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Cerpen | Matinya Tukang Keripik – Rori Aroka

Cerpen | Matinya Tukang Keripik - Rori Aroka

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau - Zera Permana

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In