• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Hidayatul Ulum | Pergantian Tahun bagi Yang Tak Kekal dan Harum : R

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
22 Februari 2025
in Sastra, Puisi
1.1k 46
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pergantian Tahun bagi Yang Tak Kekal dan Harum : R

Pintu terkuak, dari mulutnya kau muncul tiba-tiba
Bertelimpuh kian rapuh, berderai air mata
Kau letakkan segenggam percaya
Di atas meja

Perihal tugas
Rundung gegas
Undang cemas
Kau terempas

Maaf, kala itu
Ibu refleks sodorkan lembar tisu
Seolah Ibu tak mau pada sedu sedanmu
Padahal sungguh, tiadalah begitu maksud hati Ibu

Ibu hanya terharu
Awal menjadi guru
Semua adalah baru
Bahkan tangismu

Setahun pun berlalu
Kau di seberang Ibu
Parade membelah
Masih ingatkah?

Ibu ingat wajahmu, meski tidak gerai rambut sebahu
Kedua sandalmu lucu, bentuknya gigi hiu
Kau berdiri depan lengkung gardu
Menunggu pawai itu

Ibu menanti
Kau sadari
Akan tetapi
Tak terjadi

Tentu jadi maklum
Memori terlupa oleh pergantian tahun
Namun, bagaimanapun, hati Ibu tersenyum
Guru di ingatan murid tak harus jadi kekal dan harum

K, 2024-2025

••••

Sehelai Terima Kasih
: Alda

Pada deret bangku terdepan
Kau antusias mendengarkan

Kau senang bantu bawakan
Pengeras suara, mikrofon, dan kabel panjang

Kau salah satu sebab, suatu hari
Saya putuskan penuhi panggilan hati
Pergi menyesap dan menyerap ilmu
Dari Pendidikan Profesi Guru

Di mana pun kau kini
Tetaplah menjadi rendah hati
Sehelai terima kasih dari Ibu di sini
Bagimu yang tengah menggapai segala kerlip bintang mimpi

K, 2024-2025

••••

Tentangmu
: Bangkit

Berpakaian olahraga dengan topi
Masker hitam dan teman sehati
Kau gerakkan bambu egrang-mu
Hati-hati, satu-satu

Setiap kali kakimu tergelincir
Atau tegak bambu egrang-mu terpelanting
Kau bangkit, mencoba kembali
Seperti namamu yang penuh arti

Sorak sorai
Angin bulan Agustus
Saya tahu, saya tak akan lama
Menemanimu dalam gegap gempita

Saya abadikan lewat gawai
Aksi beranimu yang haus
Tualang dan kemenangan
Dalam kompak permainan

Sudah benarkah saya berpamitan?
Sudah baikkah hal-hal yang saya titipkan?
Saya ingat kau di balik pagar
Tatapanmu mengantar perpisahan

K, 2024-2025
••••

Biodata Penulis
Hidayatul Ulum merupakan alumni Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Perempuan yang akrab disapa Hida ini dapat dihubungi melalui akun instagram @hida_adenanthera

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Tags: BudayaCaritopuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Pelesiran: Siasat Baik Pengrajin Gula Saka dan Mitos-Mitos yang Menyertainya | Dandri Hendika

Pelesiran: Siasat Baik Pengrajin Gula Saka dan Mitos-Mitos yang Menyertainya | Dandri Hendika

Cakap Film – Membaca Sinema Menonton Sastra: Dancing Arabs | Nanda Winar Sagita

Cakap Film - Membaca Sinema Menonton Sastra: Dancing Arabs | Nanda Winar Sagita

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In