• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Abed Ilyas | Dilah Jojor II

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
16 Juli 2022
in Sastra
1.3k 83
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Terompah
: Abdul Gias

bunyi terompah membuyarkan subuh
udara basah menguning jadi manik-manik
di ubun rumput yang berzikir pagi

ayam berkokok dan mata hari mulai melotot
kakek mengetuk-ngetuk lelapku yang fasik
ditimang-timang mimpi dunia

kini akalku telah akil balig
kokok ayam terbang menembus cakrawala
membangunkan kakek di surga


Perang Bobok

auman angin pada pucuk kering daun kelapa
gemerisik mencakar langit simpang Selaparang
debarku berjantung-jantung, menyaksikan
sabung daun-daun mirip sirip api ikan cupang

angin berbalik arah melejitkan pecahan tulang
membidik titik mata-mata: muncrat darah jelmaan
wabah diperam buta kala. teriakan-teriakan menghilang
hanya langkah sunyi menuju nyepi



Sinterklas

bunyi lonceng dari leher rusa besi
susur lekuk gang. berlari aku secepat macan:
tutul keringat muncul dari tubuhku

sepasang mata rusa besi murung
sebab hanya bisa memantul. sebelah kanan
memantulkan diriku sumringah dan sebelah kiri
memantulkan penunggangnya yang selalu lelah

di kejauhan, salju bertaburan dari ekornya


Lebaran Topat
                       : lebaran nine

hijrah tahun, kepulangan syawal
enam hari penebalan. puasa sunyi selepas fitri
mengisi dulang-dulang saji

pada hitam langit-langit dapur
kepulan kuah ragi membakar subuh
sedang di langit, wajah pagi kemerahan
retakan awan menetaskan matari
serupa opor dari masakan ibu

ibu menyunggi dulang-dulang ke tempat suci
kulit topat mengikat silaturrahmi
sebagai gumpalan nasi


Dilah Jojor II

malam menyulut api

di pekarangan dan tanah kuburan
jelaga mengirim isyarat bagi langit
memohon lailatulqadar dan ruh-ruh leluhur
turun dari rumah-Nya menuju rumahnya


Gule Gending
                           : jaje rambok

siang mekar di atap-atap
kaleng digending  musisi tua
bunyi meliuk lekuk gang
mulut kaleng serupa saku menganga
memanggil logam yang kugenggam

putih gula-gula serupa uban
jatuh dari ubun kepala penjaja
dicabut pelan oleh waktu
luruh di lidah menghitamkan gigi susu

bunyi-bunyi jadi lagu
berputar di kepalaku
ketika logam jatuh dari saku



Pertuq
                 : ketemuq

mataku memaku di hadapan nenek
putih rambut dililit jari, rapalan doa
berbau sirih

keletuk, rambut ditarik
mencabut pasak yang dipaku jin
dan bekas manusia

di tanah sasak rindu dipasak langit
tepat di pusar kepala
kealpaan fatiha bagi jiwa-jiwa




Penulis, Abed Ilyas lahir di Mataram, Lombok, 23 Agustus 1997. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Tags: Abed ilyasCerpenMarewaipuisiSabtuSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Soundscape Kreatif Kincia Aia Rani Jambak, Futurisasi Teknologi Leluhur 204 Tahun Silam

Soundscape Kreatif Kincia Aia Rani Jambak, Futurisasi Teknologi Leluhur 204 Tahun Silam

Puisi-puisi Chalvin Pratama Putra | Komedi Sebelum Mati

Puisi-puisi Chalvin Pratama Putra | Komedi Sebelum Mati

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In