• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Sisampek: Tradisi Nasi Lamak Kuning Dalam Acara Pernikahan di Pesisir Selatan | Melany Marza

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
21 Desember 2020
in Budaya
2.9k 153
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Poto: Melany Marza

Tradisi merupakan suatu kebiasaan adat turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan sampai saat ini, tradisi juga sebuah kebudayaan yang berada di sebuah daerah. Meski berada dalam satu kesatuan (Indonesia-Minangkabau), tapi hampir di setiap daerah memiliki tradisi atau kebudayaannya masing-masing. Begitu juga yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Tradisi dalam acara pernikahan setiap daerah memiliki beragam proses, salah satu yang unik dari proses tersebut ialah “Sisampek”. Pada tulisan ini Sisampek diambil dari Kecamatan Ranah Pesisir, Kab. Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Tradisi kebudayaan Sisampek adalah salah satu kebudayaan dan tradisi acara pernikahan di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan yang masih ada sampai saat ini. Kegiatan adat yang berlangsung setelah akad bahkan ada juga setelah resepsi, kegiatan tersebut diadakan tergantung tuan rumah atau yang memiliki acara pernikahan tersebut. Sisampek sendiri adalah nasi lamak (ketan) yang berwarna kuning yang terbuat dari beras ketan berbentuk gunung, di dalamnya ada 1 potong ayam utuh yang sudah diberi bumbu dan sudah dimasak. Kemudian dibungkus atau diselimuti dengan nasi lamak yang berwarna kuning tersebut berbentuk seperti gunung. Sisampek atau nasi lamak kuning tersebut dibagi menjadi 6 bagian, di setiap pembagian Sisampek tersebut juga ada maknanya tersendiri.

Bagian di dalam Sisampek atau bagian ayam utuh itu memiliki makna tersendiri, seperti jika mendapatkan bagian leher bermakna menikmati hasil dari pasangannya, bagian paha maknanya kuat mencari nafkah atau bisa menafkahi, bagian sayap maknanya yaitu yang mendapatkannya membawa atau dibawa merantau —atau juga bisa diartikan dibawa jauh untuk mencari nafkah –atau menjalani kehidupan, dan yang terakhir bagian dada maknanya adalah selalu menyimpan rezeki.

Acara ini dilakukan di atas pelaminan oleh mempelai wanita dan pria yang disuguhi Sisampek tersebut, dan Sisampek akan diputar sebanyak 7x lalu mempelai pria mengambil bagian mana yang mau di ambil secara acak. Mempelai pria disuruh mengambil (nasi lamak) tersebut secara acak dengan bagian yang dipilihnya, setelah diambil nanti Sisampek (nasi lamak) tersebut akan bolong di bagian luarnya, jadi bisa tau bagian apa yang didapat mempelai pria dari bagian ayam tersebut. Lalu Sisampek yang sudah diambil tadi disuapi ke mempelai wanita, dan begitupun sebaliknya mempelai wanita juga mengikuti cara yang dilakukan mempelai pria sebelumnya. Biasanya acara ini merupakan salah satu acara gembira dalam acara pernikahan, bisa menjadi candaan para kerabat dan keluarga.

Poto: Melany Marza

Meski begitu, Sisampek hanyalah sebuah tradisi yang diwarisi secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Ranah Pesisir, Pesisir Selatan. Tentu ada pesan-pesan penting dari proses tersebut, tapi tidak mutlak untuk dijadikan sebuah patokan dalam kehidupan berumah tangga. Dalam poto, tradisi Sisampek dilakukan saat muanta Induak Bako atau saat kedua mempelai diarak dari rumah ayah (mempelai wanita) ke lokasi acara.


Melany Marza, Mahasiswa Fotografi ISI Padangpanjang bisa dijumpai di akun media sosialnya: @melanymarza16 dan galerinya @mz_galery.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCaritoPunago RimbunSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Fenomena Retorika: Sebuah Seni Berbicara dan Perkembangannya di Masyarakat

Fenomena Retorika: Sebuah Seni Berbicara dan Perkembangannya di Masyarakat

Yuang Sewai: Mancucuak Ulang | Rori Aroka Roesdji

Yuang Sewai: Mancucuak Ulang | Rori Aroka Roesdji

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In