
Lubuk Sikaping (24/2/2025) Ruang kreatif Singali berlokasi di Sababalik, Nagari Bahagia, Padang Gelugur, Pasaman berubah jadi ruang pameran kliping (surat kabar,majalah, buletin) dan buku karya tentang Pram selama tiga hari (22-24 Februari 2025).
Komunitas Ruang Kreatif Singali bersama Komunitas Rumah Mentari dan Pasaman Boekoe Indonesia berinisiatif ambil peran perayaan seabad Pramoedya Ananta Toer (1925-2025). Siddiq, Mulyadi dan Arbi Tanjung sebagai pimpinan masing-masing komunitas tersebut menganggap penting untuk ikut menggelar perayaan seratus tahun kelahiran sastrawan kebanggaan Indonesia asal Blora itu.
“Ini momentum untuk refleksi penggalian, memahami, merenung kemudian mencontoh tindakan nyata seorang Pram dalam peradaban. Terutama kegigihan Pram dalam dokumentasi,” ungkap Arbi Tanjung.
“Selama tiga hari, kita menggelar 4 kegiatan yaitu:Pameran kliping, pameran buku, nonton bareng dan diskusi tentang Pram,” terang Mulyadi Putra (Komunitas Rumah Mentari)
“Ini penting buat generasi muda Pasaman. Jujur bagi saya ini inspirasi dan penumbuh semangat menyangkut produksi karya. Pram adalah teladan,” jelas Siddiq (Ruang Kreatif Singali).

Pameran kliping dan buku digelar sepanjang acara, sedangkan nonton bareng dan diskusi dihelat pada hari terakhir (24 Februari 2025). Pengunjung pameran adalah masyarakat setempat yang pada umumnya dari kalangan muda.
“Saya kagum, kiranya di kampung saya (Pasaman) ada kegiatan begini,apalagi mengangkat tokoh besar sekelas Pramoedya Ananta Toer,” kesan Rama (23) seorang pengunjung asal Petok yang biasa menetap di Padang.
“Kegiatan ini mengenalkan saya pada Pram. Sebelumnya saya tak pernah tahu tentangnya. Termasuk selama sekolah hingga tamat kuliah,”ujar Ega (23) alumni jurusan televisi dan film ISI Padang Panjang.

Selain Ega, Adek (41)sebagai salah seorang peserta diskusi bertema “Pram dan Keajaiban Upaya Dokumentasi” juga mengaku bahwa “ini pengetahuan baru bagi saya. Ternyata Indonesia punya pengkarya dan pengkliping patut jadi rujukan untuk Indonesia.”
Dalam suasana sederhana diskusi yang dipandu oleh Mulyadi Putra berlangsung secara hangat interaktif dua arah. Hadir sebagai pemantik, Arbi Tanjung (Pasaman Boekoe Indonesia).
“Aku salut pada prinsipnya yaitu bertahan dengan upaya sendiri,”pernyataan Debi dalam sesi tanya jawab dan tanggapan diskusi.
- BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
- PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
- Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026






Discussion about this post