• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

KOMUNITAS SENI NAN TUMPAH ADAKAN TIGA SERI TERAKHIR DISKUSI KELOMPOK TERPUMPUN PEKAN NAN TUMPAH

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
20 Juni 2025
in Berita Seni Budaya
965 62
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pekan ini, Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) akan kembali menggelar agenda prafestival Pekan Nan Tumpah (PNT) 2025 yakni diskusi kelompok terpumpun (DKT) pada 20 – 22 Juni 2025 di Ruangtemu Nan Tumpah. Seri kelima DKT yang akan dilangsungkan pada tanggal 20 Juni 2025 bertajuk “Siaran Ulang Realitas dalam Bentuk Lain” dengan narasumber Yudi Ahmad Tajudin (seniman) dan dimoderatori oleh Albert Rahman Putra.

Diskusi ini akan diikuti oleh 20 (dua puluh peserta) yang terdiri dari pengelola dan mantan pengelola PNT, seniman, perwakilan komunitas seni, akademisi dan pengamat seni yang tertarik dalam praktik alihwahana dan alihmedia, dan penulis seni budaya. Diskusi seri kelima ini mengajak peserta membaca ulang lompatan lompatan medium sebagai medan tafsir yang penuh risiko. Apakah alih media adalah pilihan artistik, respon terhadap tekanan pasar, atau negoisasi antara keduanya? Diskusi ini akan menelisik praktik-praktik seniman lintas disiplin yang telah, dengan kesadaran penuh atau justru kebingungan, menjelajahi wilayah transposisi karya. Narasumber dalam diskusi ini akan memaparkan praktik-praktik alih media yang pernah mereka lakukan, jebakan-jebakan kreatif yang mereka hadapi, strategi yang digunakan, serta dinamika kegagalan dan keberhasilannya. Selain paparan dari pengalaman narasumber, diskusi ini juga akan mengajak peserta mengalami dan merefleksikan proses alih media secara langsung. Sebab diskusi ini dirancang bukan hanya sebagai forum pemaparan gagasan, tetapi juga sebagai ruang partisipatif yang memungkinkan peserta mengalami langsung proses alih media melalui eksperimen kecil.

Hari selanjutnya, 21 Juni 2025, seri keenam DKT yang bertajuk “Siapa yang Memproduksi Produser?” dengan narasumber Rama Thaharani (produser independen) dengan moderator Yunisa Dwiranda dan mengajak 20 (dua puluh) peserta yang terdiri atas pengelola PNT, seniman lintas disiplin, perwakilan komunitas lintas disiplin, akademisi dan pengamat seni yang tertarik pada tata kelola dan keproduseran, dan penulis seni budaya. Diskusi seri keenam ini bertujuan untuk memperluas pemahaman mengenai kerja keproduseran yang lebih dari sekedar teknis dan administratif. Produser dilihat sebagai aktor strategis yang menciptakan kondisi bagi lahirnya karya seni–melalui intuisi, jejaring, dan kemampuan membaca situasi. Kegiatan diskusi ini juga akan mendorong peserta untuk bereksperimen menciptakan model-model produksi yang relevan dengan kondisi mereka.

Seri terakhir DKT akan dilangsungkan pada tanggal 22 Juni 2025 bertajuk “Saling Mengerti Sampai Pukul Dua Dini Hari”, Kusen Alipah Hadi (praktisi antropologi dan manajemen seni) akan hadir sebagai narasumber dan difasilitatori oleh Mahatma Muhammad. Kemudian diskusi ini juga akan dihadiri oleh 20 (dua puluh) orang yang merupakan dari pengelola PNT, anggota dan pengurus KSNT, calon anggota KSNT, terlibat sebagai peserta. Sesi penutup diskusi kali ini cukup berbeda, sebab diskusi penutup ini akan lebih difokuskan kepada internal KSNT. Tujuan dari diskusi ini adalah Menata ulang strategi kerja berdasarkan narasi dan ingatan kolektif. Menciptakan ruang laboratorium naratif di mana pengalaman sehari-hari, curhatan personal, hingga lelucon internal dapat dibaca sebagai data penting untuk menyusun strategi kerja ke depan. Diskusi ini juga membuka peluang untuk menyerap semangat—bukan sistem—dari pengalaman orang lain, sekaligus memperkuat daya tahan emosional komunitas: bahwa mereka tidak sendiri, dan bahwa kerja kolektif selalu penuh liku,terlepas dari skala atau bentuk organisasinya.

Sejak dilangsungkan sejak tahun 2011, PNT telah mengalami perkembangan yang signifikan. Festival ini tidak lagi menjadi ruang apresiasi bagi para seniman, tetapi telah menjelma menjadi sebuah ekosistem seni yang memungkinkan terjadinya kolaborasi lintas komunitas dan disiplin seni. Dalam setiap penyelenggaraannya, PNT berfungsi sebagai titik temu bagi berbagai seniman, komunitas, dan pekerja seni yang akan mengeksplorasi gagasan-gagasan baru. Namun, sebagai sebuah festival yang telah berjalan lebih dari 1 (satu) dekade, PNT masih banyak menemukan kendala dan hambatan soal kerberlangsungannya sebagai sebuah festival. Untuk itu, KSNT mengupayakan adanya sebuah diskusi serius untuk memunculkan penyelesaian dari masalah-masalah yang belum terpecahkan. DKT yang akan diadakan sebanyak 7 (tujuh) seri ini akan mengundang pengelola festival mapan di Indonesia dan individu yang pernah berpartisipasi dalam PNT dengan harapan menjadi institusi yang mapan dan berdaya tahan dalam jangka panjang.

Sebelumnya, DKT seri pertama dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2025 dengan tajuk “Pekan Nan Tumpah 2035: Masih Ada Atau Sudah Jadi Mitos?” dengan narasumber Nasrul Azwar dan Adi Wicaksono dan seri kedua yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2025 dengan tajuk “Dramaturgi Oplosan Dan Post Past Post Passpor Post Passfoto di Pos P8l!$1#%&^)(+#^%” dengan narasumber Dr. Hoirul Hafifie, M. Sn. di Fabriek Padang. Kemudian DKT seri ketiga dilangsungkan pada tanggal 3 Mei 2025 dengan tajuk “Pameran, Pergerlaran, dan Festival: Kurasi Sebagai Seni Menyulam Kekacauan” yang dinarasumberi oleh Agung Hujatnikajennong dan seri keempat dilaksanakan di Ruangtemu Nan Tumpah pada tanggal 7 Mei 2025 dengan tajuk “Sebelum Dunia Punya Istilah, Kami Sudah Melakukannya di Halaman Rumah” dengan narasumber Edy Utama. []

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaPelesiranSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
Festival Lengger Bicara Gelar Art Camp Internasional 2025: Buka Pintu Kesenian Lokal untuk Dunia, Menjaga Warisan Lewat Regenerasi dan Adaptasi

Festival Lengger Bicara Gelar Art Camp Internasional 2025: Buka Pintu Kesenian Lokal untuk Dunia, Menjaga Warisan Lewat Regenerasi dan Adaptasi

Suara yang Pulang: Menghidupkan Kembali Jejak Budaya Nias dalam Maniamölö Fest 2025

Suara yang Pulang: Menghidupkan Kembali Jejak Budaya Nias dalam Maniamölö Fest 2025

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In