
Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara
Viduthalai Part 1 adalah film laga kriminal berlatar belakang sejarah berbahasa Tamil India tahun 2023 yang disutradarai dan diproduseri bersama oleh Vetrimaaran di bawah Grass Root Film Company dan RS Infotainment. Film ini merupakan bagian pertama dari dua bagian yang merupakan adaptasi dari cerita pendek Thunaivan (terjemahan: Pendamping) karya Jeyamohan. Berlatar tahun 1987, film ini mengisahkan seorang polisi yang direkrut untuk menangkap pemimpin kelompok separatis, yang kemudian terjebak dalam dilema etika. Pemeran utama film ini meliputi Soori, Vijay Sethupathi, Bhavani Sre, Gautham Vasudev Menon, Rajiv Menon, Ilavarasu, Balaji Sakthivel, Saravana Subbiah, Chetan, Munnar Ramesh, dan Pavel Navageethan.
Pada tahun 1987, terjadi kecelakaan kereta api di daerah pedesaan Tamil Nadu, yang mengakibatkan banyak orang terluka parah atau tewas. Setelah operasi penyelamatan, pihak berwenang memulai penyelidikan dan menuduh kelompok ekstremis ‘’Makkal Padai’’, yang menurut mereka, menyebabkan insiden tersebut sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah negara bagian untuk mengizinkan perusahaan pertambangan mengambil alih desa pegunungan mereka untuk sebuah proyek. Pemerintah mengumumkan ‘’Operasi Ghosthunt’’ untuk menangkap pemimpin kelompok tersebut, ‘’Vaathiyar’’ Perumal, yang identitas dan keberadaannya tidak diketahui. Makkal Padai secara harfiah diartikan sebagai “Tentara Rakyat” dalam bahasa Tamil, merujuk pada kelompok atau gerakan berbasis rakyat, seringkali dalam konteks politik atau sosial; ini juga merupakan judul film Tamil tahun 2013 yang dibintangi Vijay Sethupathi, yang mengeksplorasi tema-tema perlawanan dan perjuangan rakyat, meskipun rilisnya mungkin tertunda atau kurang dikenal dibandingkan film-film baru yang menampilkan konsep serupa, seperti Viduthalai. Vijay memang kerap tampil sebagai karakter serupa “Robinhood” atau pemberontak. Vijay selalu identik dengan kekerasan, karakternya yang tenang acap diberikan peran sebagai gangster, mafia, polisi dan politikus. Vikram Vedha (2017), Vikram (2022) dan Master (2021). Meski ini ala-ala Godfather secara poster, tapi film-film Tamil terutama yang dibintangi Vijay Sethupathi punya daya tarik lain. Pendalaman karakternya tidak sekadar tempelan belaka, ia sungguh mencerminkan kelamnya dunia mafia dan politik negaranya. Setiap ia muncul, suasana mencekam terasa begitu kentara. Ia jarang hadir sebagai tokoh yang memiliki banyak dialog, ia salah satu pemeran yang minim dialog, tetapi selalu memerankan karakter penting.
Dalam film ini Kumaresan adalah seorang polisi baru yang bergabung dengan unit polisi bernama E-Company sebagai sopir baru. Kumaresan belajar tentang aliansi dan konflik yang rumit antara Makkal Padai dan pemerintah, di mana ia juga menyadari bahwa mengikuti perintah adalah hal yang penting dan ia tidak selalu dapat membantu penduduk setempat, yang bertentangan dengan sifatnya yang suka menolong. Kumaresan juga belajar tentang kerumitan birokrasi dan kesulitan kehidupan profesional, terutama sebagai seorang polisi baru. Kumaresan juga jatuh cinta pada Tamilarasi “Pappa”, cucu seorang wanita yang pernah ia selamatkan dan rawat di rumah sakit setelah serangan beruang. Akibat insiden brutal yang direncanakan oleh Kepala Satuan E-Company, Ragavendar, pemerintah menunjuk DSP Sunil Menon sebagai kepala operasi. Bagian ini barangkali nampak menohok atau terlalu sederhana. Babak dimana perangai asli polisi mulai kelihatan, walau secara garis besar dalam film ini hanya Kumaresan yang tak mengetahuinya. Kumaresan digambarkan sangat polos dan lurus, penurut dan sedikit kaku. Seorang polisi berpangkat rendah, ia benar-benar memainkan peran sebagai potret kenyataan: tunduk pada atasan. Isian dalam film ini tidak terlalu beragam, nampak datar, riak yang dihadirkan hanya tipis. Tetapi, karena ini sekuel, saya kira bagian awal ini semacam pengantar untuk kelindan selanjutnya. Satu hal yang menarik bagi saya, cerita yang dihadirkan begitu sabar dan mengalir layaknya cerita nyata. Film tidak akan menyajikan sinematik yang epik atau perkelahian akrobatik. Bagian satu ini hadir seumpama narasi panjang ditel untuk mengantarkan penonton ke bagian penting.
Pada bagian setelahnya, polisi memutuskan untuk memprovokasi penduduk desa pegunungan melawan Perumal. Sunil menginterogasi seorang penduduk desa dan berhasil menggambar wajah Perumal, membuat Kumaresan menyadari bahwa orang-orang yang dia bantu selama jam dinasnya adalah Perumal dan anak buahnya. Dia menyampaikan informasi ini kepada Kepala Polisi Chandran, tanpa menyadari bahwa Chandran adalah bagian dari ‘’Makkal Padai’’ dan mata-mata Perumal. Chandran secara rahasia memberitahu Perumal tentang Kumaresan. ‘’Makkal Padai’’ mencoba membunuh Kumaresan, tetapi upaya itu tampak seperti serangan terhadap Sunil. Namun, dia berhasil melarikan diri tanpa cedera dan sampai di kamp dengan selamat berkat bantuan tepat waktu dari Kumaresan. Kumaresan mengetahui dari Pappa bahwa Perumal mengincar petugas yang melakukan kejahatan terhadap orang tak bersalah atas nama interogasi polisi.
Pappa juga mengungkapkan bahwa para petugas terlibat dalam kematian ayahnya, yang menyebabkan ibunya mengalami gangguan mental. Kumaresan menyadari sejauh mana kebrutalan polisi terhadap penduduk desa. Selama pembangunan di desa pegunungan, ‘’Makkal Padai’’ menyerang upacara peresmian, dan ledakan bom yang tidak disengaja menewaskan empat petugas. Marah, Sunil memerintahkan polisi untuk menangkap penduduk desa yang dicurigai terlibat dengan ‘’Makkal Padai’’. Polisi menyeret penduduk desa untuk diinterogasi, di mana nenek Pappa tewas akibat penyiksaan. Beberapa hari kemudian, Pappa ditangkap dan disiksa bersama warga desa lainnya oleh E-Company, karena polisi percaya salah satu dari mereka adalah kerabat dekat Perumal.
Mengharapkan Tamilarasi dibebaskan jika Perumal ditemukan, Kumaresan menemui Sunil dan memberitahunya tentang persembunyian Perumal. Dia ditugaskan bersama petugas lain untuk menangkap Perumal. Setelah baku tembak besar-besaran, Kumaresan berhasil menangkap Perumal. Pappa menarik perhatian polisi untuk menyelamatkan orang lain dan dibawa pergi. Perumal diinterogasi di tahanan, sementara Kumaresan tidak dapat menemukan Pappa. Ragavendar menangguhkan Kumaresan karena tidak mengajukan memo tindakan kepatuhan dan mengatakan dia akan mengambil kredit atas usaha Kumaresan untuk menangkap Perumal.
Sebagai film sekuel, film ini meninggalkan babak yang patut membuat kita menonton lanjutannya. Meski ceritanya cukup rumit, kalau-kalau terlewatkan beberapa menit saja membuat penonton kian bosan dan mungkin akan menekan tanda silang di bagian sudut kanan atas layar laptop. Beruntungnya sutradara tahu betul mengakhiri film selayaknya sebuah sekuel. Waw
- Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
- Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
- Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra - 1 November 2025




Discussion about this post