• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

The Bluff: Priyanka Chopra dan Peran Keterasingannya dalam Cerita, Dendam dan Pembalasan Masa Lalu

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
27 Maret 2026
in Cakap Film
947 60
0
Home Cakap Film
BagikanBagikanBagikanBagikan

Sebagai bintang film yang “tersingkirkan” dari negaranya sendiri, Priyanka Chopra agaknya telah menyiapkan jalan lain untuk karirnya di dunia perfilman. Sebagaimana dari banyak pemberitaan ataupun tulisan yang membahas redup atau terbuangnya bintang dari dunia perfilman Bollywood dan akhirnya berakhir nahas, bahkan depresi berujung kematian, Priyanka Chopra bisa dikatakan amat tertolong oleh sang suami. Kita sebut saja Sushant Singh Rajput, Tunisha Sharma, Preksha Mehta, Lina Mukherjee, Deepika Padukone, Pratyusha Banerjee dan banyak lagi. Sebagian dari mereka barangkali masih bisa bertahan di dunia perfilman, sebagian lagi memang memilih jalan lain untuk pergi selamanya. Sirkel yang menguasai Bollywood sudah tidak jadi rahasia umum lagi. Nyaris serupa dengan keberadaan agama di sana: kasta.

Meski Priyanka Chopra telah merasakan berbagai prestasi, mulai dari pemenang Miss World 2000, aktris dengan bayaran tertinggi di India dan penghargaan yang diraihnya termasuk dua National Film Awards dan lima Filmfare Awards. Pada tahun 2016, Pemerintah India menganugerahinya penghargaan Padma Shri, dan Time menobatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Forbes mencantumkannya di antara 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia, dan pada tahun 2022, namanya tercantum dalam daftar BBC 100 Women. Itu semua tidak akan merubah apa-apa jika sekiranya posisi dia mengancam popularitas seseorang yang mempunyai kekuasaan. Peran sirkel yang mencolok di Skena Perfilman Bollywood menjadi salah satu dampak buruk dari eksistensi Priyanka saat ia dekat dengan aktor-aktor terkenal Bollywood. Spekulasi kedekatan itu meluas sebagai aib perusak hubungan sang aktor. Paling heboh adalah Perseteruan Tahun 2012, laporan media menyebutkan insiden tahun 2012 sebagai salah satu pemicu, dimana hubungannya dengan aktor Shah Rukh Khan menyebabkan ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan pertemanan tertentu, termasuk Karan Johar. Politik di industri perfilman sesuatu hal tak asing, tidak hanya di Bollywood (India), di negara lainpun demikian. Hanya saja di sana lebih keras dan deras. Itu menjadi alasan lain Priyanka Chopra pindah haluan keluar dari industri perfilman Bollywood, ditambah lagi banyak pihak semakin memojokkannya. Bagaimana pun juga, seberapa keras pun usaha Priyanka, ia tidak akan mampu melawan kekuatan Shahrukhan di industri. Terlebih sang istri adalah orang berpengaruh di dunia perfilman Bollywood. Hal ini

The White Tiger 2021 adalah film terakhir Priyanka Chopra di industri perfilman Bollywood. Meski film ini seutuhnya tidak begitu tampil sebagai film Bollywood murni sebagaimana film Priyanka sebelumnya. Setelahnya ia lebih banyak tampil di film luar India, terbaru adalah The Bluff. The Bluff adalah sebuah film laga petualangan swashbuckler tahun 2026. Film ini bercerita tentang mantan bajak laut Ercell Bodden menjalani kehidupan yang tenang di Pulau Cayman Brac bersama putranya, Isaac, yang merupakan penyandang disabilitas, serta saudara iparnya, Elizabeth, yang tidak mengetahui masa lalunya. Ercell menanti kepulangan suaminya, seorang kapten kapal laut bernama T.H. Bodden, yang kapalnya telah terlambat kembali selama 59 hari. Sang suami bertemu dengan rombongan bajak laut dan menjadi malam yang nahas setelah bajak laut menemukan sebatang emas bertanda milik mereka, sehingga ingatan masa lampau kembali membara dan petualangan itu segera dimulai.

Seorang bajak laut bernama Connor tiba di Cayman Brac untuk mencari Ercell. Ketika masih remaja, Ercell pernah bergabung sebagai salah satu kru Connor. Demi bertahan hidup, ia menjadi kekasih Connor dan kemudian dikenal sebagai bajak laut kejam yang ditakuti bernama Bloody Mary. Namun pada akhirnya ia mengkhianatinya dan melarikan diri dengan membawa simpanan emas miliknya. Anak buah Connor kemudian membunuh sebagian besar pasukan penjaga pulau, termasuk tunangan Elizabeth, tetapi Ercell berhasil melarikan diri ke hutan bersama Isaac dan Elizabeth. Setelah konfrontasi singkat, Connor memberi tahu bahwa mereka telah menawan suami Ercell. Ercell lalu membawa Isaac dan Elizabeth ke gua rahasia yang ada di The Bluff. Di sana ia mengungkapkan masa lalunya sebagai bajak laut kepada mereka dan memperlihatkan simpanan emas yang tengah diburu Connor, sebelum pergi seorang diri untuk menyelamatkan suaminya.

Ercell menyusup ke perkemahan Connor dan menemukan T.H. Bodden, tetapi tidak berhasil membebaskannya. Ia kemudian menghadapi Connor dan anak buahnya secara terbuka, menuntut pembebasan suaminya dengan imbalan emas yang telah ia bawa. Namun pertukaran itu berakhir kacau: Bodden terbunuh dan emas tersebut hancur lebur setelah diledakkan oleh Ercell. Ercell berhasil melarikan diri, dan kekacuan tersebut memicu kemarahan Lee, Quartermaster kru Connor, yang menganggap Connor sudah kehilangan akal dan terlalu berfokus pada balas dendam. Connor membunuh Lee dan menenangkan para pengikutnya yang masih hidup dengan mengatakan bahwa jika mereka berhasil menangkap Ercell, mereka dapat menyerahkannya kepada pihak berwenang untuk memperoleh pengampunan yang akan membersihkan nama mereka dan mengembalikan kebebasan mereka.

Connor dan anak buahnya kemudian melacak Ercell hingga ke gua persembunyiannya. Dengan bantuan Isaac dan Elizabeth, Ercell berhasil membunuh mereka semua dengan memanfaatkan kegelapan dan berbagai jebakan yang telah ia pasang. Menjadi satu-satunya yang tersisa, Connor mengusulkan kepada Ercell agar mereka menyelesaikan pertikaian mereka di luar, di bawah cahaya, “seperti para buccaneer.” Ercell menemuinya di puncak The Bluff, dan keduanya bertarung dengan pedang. Connor sempat mengungguli Ercell, tetapi sebelum ia dapat membunuhnya, Elizabeth menembaknya. Ercell kemudian menusukkan pedangnya ke tubuh Connor dan membunuhnya.

Setelah itu, Ercell mengungkapkan kepada Elizabeth bahwa nama aslinya adalah Mariam. Sementara itu Isaac menemukan bahwa Ercell sebenarnya telah menyembunyikan sebagian emas di perahu layar yang mereka gunakan untuk menyelamatkan diri. Ketika para penduduk Cayman Brac yang selamat mulai keluar dari tempat persembunyian mereka, sebuah armada Angkatan Laut Inggris tampak muncul di cakrawala.

Jika membandingkan film ini dari banyak film yang diperankan Priyanka Chopra di perfilman Bollywood, tidak berlebihan pula rasanya jika mengatakan ini masuk daftar 5 film terbaik Priyanka sebagai pemeran utama. Aktingnya yang sedikit berbeda dari sebelumnya (tidak banyak dialog) menjelaskan bahwa film tidak melulu persoalan drama yang menyajikan percakapan panjang untuk menyampaikan sebuah cerita. The Bluff hadir lebih elegan, minimalis dan sarat sinematografi berlatar karabia. Era-era kerajaan Inggris meski tidak terasa kentara dalam film ini, namun beberapa kias, simbol dan detail kecil cukup menggambarkan situasi/penggambar film.

Tentu saja jika harus membandingkan lagi mutu penceritaan The Bluff dengan film terakhir Priyanka, The Bluff tertinggal. Sebut saja film Kriss 3 yang diperankan Priyanka bersama aktor heroik kita Rohit itu. Pasca film ini Priyanka juga mendapatkan banyak tuduhan asmara dengan sang aktor pria. Film ini memang cukup ikonik kala itu, penceritaannya juga detail sebagai sebuah sekuel yang pada masa itu menjadi warna lain Perfilman Bollywood (tidak banyak film tema superhero). Setelahnya The Sky Is Pink 2019. Dan Priyanka kian terlempar jauh, ditinggalkan dari berbagai kesempatan memerankan karakter dalam film di industri Bollywood. The Bluff seolah mengaitkan kehidupan masa lalunya yang ekspresif dan berkuasa sehingga menemui jalan damai. Namun masa lalu serupa sebuah penghianatan yang takkan sanggup dilupakan, ia bisa datang kapan saja. The Bluff menarik penonton ke babak lain perjalanan Priyanka Chopra dalam dunia film, mungkin saja seruoa dengan percakapan, “ini hanya akan berakhir dengan pasir berlumur darah.” Penghianatan, dendam dan pembalasan memang kerap menjadi pisau bermata dua. Tapi Mariam (nama asli Ercell) adalah wanita yang jujur dalam The Bluff, meski penghianatan menjadi sekam menghantui. Walau di antaranya entah siapa yang mengkhianati dan dihianati.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • The Bluff: Priyanka Chopra dan Peran Keterasingannya dalam Cerita, Dendam dan Pembalasan Masa Lalu - 27 Maret 2026
  • Amangkurat Cinta Semerah Darah: Kelindan Asmara dan Kekuasaan yang Berdarah Mataram - 5 Februari 2026
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
Tags: Sastra

Related Posts

Cakap Film: Ketika Manusia Belajar Melihat Dunia dari Mata Alam | T.H. Hari Sucahyo

Cakap Film: Ketika Manusia Belajar Melihat Dunia dari Mata Alam | T.H. Hari Sucahyo

Oleh Redaksi Marewai
8 Maret 2026

Ketika Manusia Belajar Melihat Dunia dari Mata Alam Oleh: T.H. Hari Sucahyo* Judul Film                   : HoppersSutradara                    : Daniel ChongPenulis...

Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara

Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara

Oleh Arif P. Putra
23 Januari 2026

Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara Viduthalai Part 1 adalah film laga...

Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif

Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif

Oleh Arif P. Putra
17 Desember 2025

Ae Dil Hai Mushkil Durasi 2 jam 37 menit (2016) Pemeran: Ranbir Kapoor, Anushka Sharma, Aishwarya Rai Bachchan Saiyaara...

Cakap Film – Coolie: Bapak-bapak Berbahaya Kita Kembali, Rajinikanth.

Cakap Film – Coolie: Bapak-bapak Berbahaya Kita Kembali, Rajinikanth.

Oleh Arif P. Putra
6 November 2025

Entah apa yang membuatku menyukai aktor satu ini. Jika ditonton ulang pilem-pilemnya, rasanya tidak terlalu bagus juga. Selain banyak...

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In