
Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025
STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu Dari Neraka’ di akhir tahun 2025. Tahun ini, Stevunk makin menguatkan suara mereka melalui karya-karya terbaru. Awal tahun ini, merilis dua lagu baru, sekaligus sebagai bentuk komitmen pada skena musik yang mereka jalani.
Lagu pertama: Sudahi Menghancurkan
Lagu ‘Sudahi, Menghancurkan’ adalah bentuk protes penghancuran alam penyebab bencana Sumatera akhir tahun lalu.
Penindasan.
Perampasan.
Penangkapan.
Pembungkaman.
Empat kata itu menjadi energi awal lagu ‘Sudahi Menghancurkan’ ditulis. Lagu ini bentuk solidaritas pada kawan-kawan yang berjuang menjaga tanah, alam, laut, dan kehidupan yang terus diperjuangkan. Sekaligus bentuk kritik keras pada kongsi dagang raksasa yang seringkali tidak manusiawi.
Lirik ‘Sudahi Menghancurkan’ ditulis oleh Boy Candra setelah diskusi dengan Stevunk dan melihat fenomena-fenomena kekerasan yang terus dilakukan berulang pada kawan-kawan pejuang lingkungan. Stevunk menyadari betul bahwa manusia tidak akan bisa hidup lebih panjang di bumi yang makin rusak. Kegelisahan itu disuarakan melalui lagu.
Selain di berbagai daerah di Indonesia, di Sumatera Barat pun beberapa pejuang lingkungan juga dikriminalisasi. Ada banyak berita soal ini yang bisa dibaca gamblang di internet. Hal ini terjadi nyaris di semua daerah konflik lahan yang ironis selalu dikatakan atas nama kemajuan. Sayangnya, alasan itu seringkali mengorbankan orang-orang yang telah hidup turun temurun di satu wilayah dan harus disingkirkan. Stevunk tidak ingin menjadi generasi diam. Stevunk ingin menjadi bagian dari suara yang menolak bumi dihancurkan oleh mesin-mesin yang ditunggangi kongsi dagang raksasa.
Perusakan alam itu juga telah menyebabkan bencana ekologis di Sumatera baru-baru ini. Tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat—porak-poranda. Bencana ini juga membuktikan bahwa alam yang rusak telah muak dan menampilkan bukti kayu-kayu gelondongan di sepanjang jalur bencana. Awal tahun ini juga terjadi bencana serupa di beberapa daerah di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya.
Lagu ini juga sekaligus menambah jumlah daftar lagu protes yang masih sedikit dari Sumatera Barat. Stevunk ini menjadi bagian dari generasi muda yang lantang bersuara melalui musik. Seperti ide awal nama Stevunk yang dibikin dari sebuah toko buku indie kecil bernama Steva, band ini akan terus bersuara dengan pemikiran-pemikiran yang menolak dibungkam. Pemikiran-pemikiran yang terus memperjuangkan kemerdekaan, termasuk kemerdekaan pejuang lingkungan hidup yang terus mendapat teror dan ancaman.
Suara vokal Ryand yang liar pada lagu ini sebagai bentuk amarah murni dan rasa muak pada penindasan dan teror yang terus dilayangkan pada kawan pejuang lingkungan. Drum yang menghentak tajam juga bagian dari rasa muak Faiz pada kenyataan yang seringkali menyakitkan. Serta amarah gitar dan vokal Andip yang menyempurnakan lagu ‘Sudahi Menghancurkan’ terasa begitu penuh perlawanan. Di bagian mixing, Harbi merapikan dengan marah yang makin tajam.
***
Lagu Dua: Balada Di Celah Kota
STEVUNK bersuara tentang kemerdekaan, egaliter, & persahabatan dalam lagu ‘Balada di Celah Kota’.
Stevunk adalah band punk dari kota Padang yang benar-benar mencoba menemukan kemerdekaan mereka dalam musik. Mereka terus bereksperimen dengan berbagai bentuk permainan musik punk. Stevunk meyakini musik adalah kemerdekaan berekspresi dan tidak ada tembok aturan baku yang mengikatnya.
‘Balada di Celah Kota’ mengusung isu kesetaraan dan persahabatan. Masa muda yang liar yang tidak boleh diremehkan oleh siapa pun. Meski mereka hidup di kota kecil yang seringkali terasa mati. Stevunk mengingatkan untuk terus bersenang-senang. Terus menikmati perjuangan dan merayakan masa muda yang egaliter.
Pada jelang akhir lagu, Balada di Celah Kota juga memberi renungan bahwa kita harus terus mengingat kawan-kawan yang berpulang lebih dulu. Lirik yang bermuatan untuk menjaga solidaritas bahkan setelah satu di antara kita telah tiada nanti.
Lirik lagu ini ditulis dan dinyanyikan oleh Andip sebagai vokal dan gitar. Beberapa bagian lirik dibantu rapikan oleh Boy Candra—yang dari awal membantu bagian lirik.
Pada pemilihan pengisi vokal (yang biasanya berdua), Stevunk kembali menunjukan bahwa bermusik seharusnya tetap dalam rasa bersenang-senang dan tidak membuat semua terasa makin ribet. Ryan yang di lagu ini fokus pada permainan gitarnya yang makin terasa hidup. Begitu pun Faiz yang telah bermain dengan beragam genre, pada lagu ini ia membuat ketukan drum yang lebih menggairahkan.
Balada di Celah Kota mungkin ditulis tentang perasaan mereka pada Kota Padang, tapi lagu ini bisa juga mewakili orang-orang di kota-kota yang masih kecil. Kota yang anak mudanya harus berjuang berkali lipat hanya untuk sekadar didengar. Kota yang seringkali terasa cuek dan tidak begitu memberi ruang yang cukup pada anak muda mereka.
Bagian akhir, lagu ini dipoles manis oleh mixingan Harbi—musik produser bertangan dingin di kota Padang. Harbi juga menjadi sosok yang menemani perjalanan Stevunk dari lagu pertama band ini dirilis. Lagu ‘Balada di Celah Kota’ menjadi nomor lagu ketiga yang dilancarkan Stevunk dan tahun depan album pertama ini akan diselesaikan. Tungguin dan rayakan terus suara-suara punk dari kota Padang. Sementara desain sampul album—artwork—dikerjakan oleh Oktaf Nardo, ia berangkat dari simbol dan kepingan dari lagu yang sudah rilis dan beberapa sampel demo—juga gagasan yang sedang dirakit jadi lagu-lagu yang akan hadir pada album pertama Stevunk bertajuk ‘Di mana Kau Berakhir Hari Esok’. Album penuh ini sedang dicicil rilis satu persatu.
***
Stevunk berdiri dari dengan personil:
Andip – Gitar, Vokal
Ryandy – Gitar, Vokal
Faiz –Drum
Semua lagu Stevunk dikerjakan di Padang. Album pertama yang sedang berjalan ini akan fokus pada isu-isu kemanusiaan, politik, sosial, kota-kota kecil, dan relasi antar manusia. Stevunk menawarkan suara-suara dari Sumatera Barat hari ini yang mungkin belum banyak didengarkan. Semua lagu Stevunk yang sudah dirilis sudah bisa dinikmati di platform musik digital.
Sosial Media:
Instagram @Stevunk, Email: [email protected]
Ponsel: +62822 6873 0075
***






Discussion about this post