• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 11, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Rori Aroka Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025
in Berita Seni Budaya
2k 41
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada literasi, sejarah, arsip, dan pengembangan pengetahuan. Setelah banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu, penyelenggara memastikan festival tahun ini disusun dengan pendekatan yang lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi pemulihan masyarakat. Diluncurkan secara resmi pada tanggal 4 Desember 2025 dengan Diskusi Ekologi Sumatera Barat (Bencana atau Keserakahan?) dan dikuti besoknya dengan launching buku Antologi Puisi Bersama Siteba Berpuisi Volume I : Tong Setan Telah Menyihir Kita. Festival yang direncanakan akan beerlansung sepanjang bulan desember 2025 ini berkat kolaborasi Toko Buku, Perpustakaan dan Arsip Steva bersama teman-teman komunitas, penerbit dan media daring seperti Trip Sumbar, Kabarita, Rancak Publik, Serikat Budaya Marewai, Roehana Project, Rumah Kayu, Purata Utama, Cagak, Janang.id, Siteba Berpuisi, dan Linimedia

Direktur Festival, Tri Yolanda Nisya (Ica), mengatakan bahwa Festival Akhir Tahun Steva 2025 dihadirkan sebagai ruang belajar publik yang inklusif. Ia menyebut bahwa festival ini berusaha memberi alternatif kegiatan bagi warga tanpa menciptakan keramaian yang berlebihan. “Kami ingin menawarkan tempat untuk membaca, berdiskusi, dan mempelajari kembali berbagai persoalan kebudayaan dan keseharian, tanpa mengganggu proses pemulihan pasca bencana yang sedang berjalan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan festival tahun ini meliputi peluncuran buku baru, diskusi literasi, pertunjukan Monolog, percakapan mengenai arsip dan sejarah lokal, serta forum komunitas yang membahas produksi pengetahuan melalui kerja kolektif. Sejumlah topik yang diangkat mencakup dinamika dunia literasi di Sumatra Barat, pembacaan ulang sejarah melalui arsip visual, hingga diskusi tentang praktik pengetahuan di tingkat komunitas.

Kegiatan berpusat di Toko Buku, Perpustakaan dan Arsip Steva di jl. Raya Siteba-Padang No.34 Pagang, Nanggalo. Kota Padang, dengan kapasitas yang dibatasi dan pengaturan acara yang disesuaikan. Penyelenggara menegaskan bahwa seluruh agenda dirancang untuk tetap kondusif, tidak mengganggu warga yang terdampak, dan sekaligus memberi kesempatan bagi publik untuk berpartisipasi dalam ruang literasi yang aman.

Festival Akhir Tahun Steva 2025 diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam praktik membaca, berdiskusi, dan memahami kembali isu-isu sosial dan kebudayaan yang berkembang di Sumatra Barat. Festival ini juga menjadi wadah pertemuan bagi komunitas pengetahuan yang selama ini bekerja dalam skala kecil namun berkesinambungan.

Informasi terbaru mengenai rangkaian kegiatan dapat diakses melalui Instagram: @pustakasteva • @redaksimarewai • @janang.id

  • About
  • Latest Posts
Rori Aroka
ikuti saya
Rori Aroka
Redaksi Marewai at Media
Rori Aroka, lahir di Muaro Paiti, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Menulis puisi, cerpen, naskah teater, dan skenario film. Tulisan-tulisannya telah terbit di berbagai media cetak dan online, baik lokal maupun nasional. Buku kumpulan puisi perdananya berjudul Nyanyian Pupang, diterbitkan oleh Purata Utama pada tahun 2021. Kini aktif berkegiatan di Serikat Budaya Marewai dan mengelola situs budaya dan sastra www.marewai.com. Dapat dijumpai di Instagram: @roriaroka, dan Facebook: Rori Aroka Roesdji. Saat ini berdomisili di Kota Padang, Sumatera Barat.
Rori Aroka
ikuti saya
Latest posts by Rori Aroka (see all)
  • Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan - 10 Desember 2025
  • Cerpen: Sales Event Organik (E.O) – Rori Aroka - 3 Oktober 2025
  • Cerpen | Matinya Tukang Keripik – Rori Aroka - 29 Agustus 2025
Tags: Berita seni dan budayaBudaya

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif

Cakap Pilem - Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In