• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Balimau: Tradisi Entah, Kewajiban Agama Bukan, Sebuah Pemakluman atau Kebiasaan Semata

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
28 Februari 2025
in Pelesiran
1.1k 34
0
Home Pelesiran
BagikanBagikanBagikanBagikan

Bagi masyarakat Minangkabau tradisi balimau sudah tidak asing lagi. Tradisi yang dilakukan sehari sebelum masuk bulan suci ramadan ini menurut banyak sumber menjadi sebuah tradisi warisan leluhur. Namun semakin berkembangnya zaman, tradisi ini juga kehilangan nilan-nilai filosofis dalamnya. Dalam sejarahnya, tradisi Balimau atau mandi di sungai menggunakan jeruk membersihan diri menjelang ramadan memiliki alasan yang logis karena ketika itu belum ada sabun untuk mandi.

Tradisi Balimau secara filosofi benar-benar untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan puasa. Hanya saja pada masa sekarang, momen yang seharusnya khusuk menyambut bulan suci ramadan menjadi makna yang berbeda. Balimau tak ayal mejadi ajang bondong-bondong, hillirmudik sekadar main-main ke tempat wisata yang disertai pula dengan berpasangan-pasangan. Kerja muda-mudi yang kadang bikin geleng-geleng. Kelindan antara pria dan wanita. Waw.

Dulu membaca niat saat mandi Balimau dan meluruskan hati semata-mata untuk membersihkan diri dan mensucikan jiwa memasuki bulan puasa. Mengguyurkan air yang sudah dicampur dengan jeruk nipis, rempah-rempah dan ramuan bunga ke sekujur badan. Menggosok seluruh bagian badan hingga dirasa sampai bersih. Manfaat mandi Balimau menjadi salah satu wujud syukur kepada Allah SWT, karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk bisa menjalani ibadah puasa ramadan. Tentu banyak nilai-nilai filosofi yang dapat diambil positifnya dalam tradisi balimau ini, salah satunya menjadi ajang kumpul bersama keluarga.

Tetapi zaman terus melaju kelewatan, nilai-nilai filosofi tersebut tak lagi nampak nyata. Bagaimana tidak, momen yang seharusnya dilakukan dengan khusuk untuk menyambut bulan suci ramadan tinggal ramai-ramai tak jelas sepanjang jalan. Kadang hanya menimbulkan hal-hal yang mubazir. Pun berakibat menggangu pengguna jalan lainnya. Mirisnya, ini nampak tak terbendung. Apalagi muda-mudi yang begitu menikmati jiwa kawulanya. Nyaris tak terbantahkan, begitu terang-terangannya mereka melakukan kegiatan bersama-sama layaknya telah dapat restu. Sudah tak dapat diakal lagi. Anehnya, segala yang nampak terang ini seolah menjadi pemakluman. Mantap.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
  • Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra - 1 November 2025

Related Posts

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

Oleh Redaksi Marewai
10 Januari 2026

            Tanggal 10 Juni Mbak Ruth Priscilia menghubungi saya, menyampaikan pesan bahwa novel Leiden (2020-1920) lolos dalam kurasi Ubud...

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2025

Arah Tutur Padang dengan semua penghuninya larut bersama malam yang dingin dan lembap. Adam, yang masih bayi acap kali...

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

Oleh Redaksi Marewai
17 November 2025

Di tengah rimbunnya hutan lindung Rimbang Baling, di sebuah desa terpencil bernama Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten...

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Oleh Arif P. Putra
1 November 2025

Perjalanan-perjalanan satu dekade terakhir yang saya lakukan kerap menemukan keajaiban-keajaiban, barangkali sebelumnya belum pernah terpikirkan. Bahkan, sebagian dari tempat...

Next Post
Onkruid Vergaat Toch Niet: Tan Malaka dan Pertemuan Rahasia di Jalan Cikini Raya No. 82, Menteng, Jakarta Pusat | Habibur Rahman

Onkruid Vergaat Toch Niet: Tan Malaka dan Pertemuan Rahasia di Jalan Cikini Raya No. 82, Menteng, Jakarta Pusat | Habibur Rahman

Kubuang Tigo Baleh Nenek Moyang Orang Solok: Lareh Bodi Caniago | Anggi Oktavia

Kubuang Tigo Baleh Nenek Moyang Orang Solok: Lareh Bodi Caniago | Anggi Oktavia

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In