• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Ulasan Buku: Resensi Buku Tersesat Setelah Terlahir Kembali – Al Fikri

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
25 Februari 2025
in Budaya, Resensi
1.6k 33
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Judul BukuTersesat Setelah Terlahir Kembali
PenulisYoga Zen
PenerbitCV Marjin Kiri
CetakanPertama, Januari 2025
TebalIv + 170 halaman
ISBN978 – 602 – 0788 – 64 – 7

Dilakak Jo Batang Taleh

Ketika sekolah di Madrasah Aliyah, almarhumah nenek saya seringkali menegur saya ketika saya melakukan kesalahan kesalahan di rumah, sebut saja, ketika saya terlambat bangun subuh dan tidak ikut shalat berjamaah bersama beliau, beliau selalu menegur saya. Namun, ada yang menarik dari cara beliau mengingatkan saya perihal kesalahan yang saya lakukan. Ketimbang memarahi saya dengan emosi yang meledak ledak, beliau memilih cara yang elegan.

Lamo bana matoari ka tabik di kamar ang yo, ucap beliau

Ungkapan tersebut seakan menampar saya, pilihan kata yang halus, seperti batang talas,namun terasa sampai ke hati sehingga membuat saya sadar bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah kesalahan. Setelah beberapa tahun berselang, tamparan halus yang saya dapatkan dari nenek dulu kembali saya rasakan, Yoga Zen Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2023 adalah orang yang menampar saya melalui Novelnya Tersesat Setelah terlahir Kembali.

Novel ini bercerita tentang kehidupan seorang sumando, yaitu seorang laki-laki yang tinggal di rumah istrinya dalam budaya minang. Temanya tentang maskulinitas. Tentang budaya perburuan babi di Tanah Minang. Sebagai penulis, Yoga Zen dengan keliaran dan keberanian pikirannya menampilkan scene scene, yang kaya akan deskripsi yang mendalam, sehingga setiap adegan yang ditampilkan terasa hidup dan nyata.

            Keunggulan Novel ini, terletak pada gaya penceritaan antar bab, layaknya kepingan puzzle, pembaca diminta berhati hati untuk Menyusun kepingan puzzle tersebut sehingga dapat menemukan maksud yang ingin ditampilkan penulis dalam Novel ini, selain itu, keberanian Yoga Zen dalam menampilkan beberapa adegan yang terkesan tabu di tanah Minangkabau dan beberapa adegan yang mengkritik kondisi sosial Minangkabau hari ini, juga menjadi keunggulan dari novel ini.

Namun, ada beberapa aspek yang menjadi sandungan, ketika membaca novel ini, pertama konsistensi penggunaan latar waktu, penggunaan waktu dalam novel ini cenderung tidak konsisten, penceritaan yoga yang menggunakan tahun 2000- an kebawah, tidak selaras dengan beberapa scene yang harusnya instrumen dalam cerita tersebut kita temukan di tahun 2000 – an keatas.

Secara keseluruhan, Tersesat setelah terlahir Kembali, adalah novel yang layak untuk dibaca, kritik sosial yang disampaikan tentang kondisi tanah matrilineal hari ini menjadi point penting yang tidak bisa dilupakan. Novel ini menjadi sebuah bacaan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan banyak pemikiran bagi pembacanya.

Untuk mengetahui kondisi Minangkabau hari ini, Bacalah Novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali Karya Yoga Zen.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaPelesiranSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

Next Post
Balimau: Tradisi Entah, Kewajiban Agama Bukan, Sebuah Pemakluman atau Kebiasaan Semata

Balimau: Tradisi Entah, Kewajiban Agama Bukan, Sebuah Pemakluman atau Kebiasaan Semata

Onkruid Vergaat Toch Niet: Tan Malaka dan Pertemuan Rahasia di Jalan Cikini Raya No. 82, Menteng, Jakarta Pusat | Habibur Rahman

Onkruid Vergaat Toch Niet: Tan Malaka dan Pertemuan Rahasia di Jalan Cikini Raya No. 82, Menteng, Jakarta Pusat | Habibur Rahman

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In