• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Membincang “Kotak Kesenangan” di Gen Z Book House

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2025
in Berita Seni Budaya
1.1k 11
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Minggu sore, 29 Desember 2024, pelaku/pegiat/penikmat seni-budaya di Pasaman kembali menggelar program Bareh Ganggam dalam bentuk Bincang Karya. “Kami senang ditunjuk sebagai tuan rumah” ungkap Farin Nur Syifa (15 tahun), pendiri dan pengelola Gen Z Book House. Komunitas yang dibentuk sebagai ruang kreativitas dan ekspresi generasi Z di Pasaman. Gen Z Book House aktif mengikuti berbagai kegiatan seni-budaya, termasuk berpartisipasi dalam program Bareh Ganggam.

“Tujuan utama progam Bareh Ganggam adalah sebagai siasat silaturahim terjadwal antar komunitas /sanggar/kelompok seni-budaya dan upaya pembiasaan apresiasi karya putra/putri Pasaman” jelas Arbi Tanjung, salah satu dari lima inisiator. “Harapannya,kegiatan bincang karya ini mampu menciptakan kebiasaan apresiasi terhadap karya,” lanjut Arbi.

Sejak digelar perdana pada 3 November 2024, kegiatan ini rutin digelar dua minggu sekali. Tuan rumah ditunjuk secara bergilir. Salah seorang ditunjuk sebagai pemantik, sedangkan pekarya didapuk sebagai pembicara. Pelaku/pegiat/penikmat seni-budaya yang terlibat membincangkan karya tari / musik / sastra /teater/film/fotografi/kriya/rupa produksi putra-putri Pasaman.

“Fun Box” itu judul karya yang mereka bincangkan pada pertemuan keempat program Bareh Ganggam ini. Sebuah pertunjukkan kolaborasi antara pantomim dan beat box karya Rizki Kurniawan dan Muhammad Ilham Akbar.

“Kotak Kesenangan, begitu kira-kira arti sederhana dari judul karya kami” terang Rizki Kurniawan, pendiri Komunitas Suaro Talago-Lubuksikaping. Mengungkap tentang keresahan seorang pelaku/pegiat yang selama ini hanya bergiat/berkarya secara sendiri-sendiri tanpa peduli bagaimana apresiasi pihak luar atas karya  dan kegiatannya. “Pokoknya kami berkarya dan bergiat saja,” lanjutnya.

Hingga pada satu titik si pelaku merasa terkurung dalam kotak sempit sebab ia melakukan aktivitasnya sendirian tanpa orang lain. Ia berusaha keluar dari kotak tersebut. Berbagai cara telah ditempuh, akhirnya ia menemukan seutas tali yang menjulur dari atas kepalanya. Ia bergantung pada tali tersebut, sekuat mungkin beruasaha keluar dari kotak sempit. Akhirnya ia berhasil keluar. Di luar, ia menemukan dan berinteraksi dengan orang lain (sesama pelaku). Ia merasa hal itu mendatang kesenangan lain baginya. “Tali itu simbol dari orang-orang yang membantu kami dalam berkarya/bergiat” ungkap Rizki yang sehari-hari berprofesi sebagai kepala sekolah.

“Beat box dan pantomim, pertunjukan yang tidak familiar bagi kita di Pasaman” tutur Muhammad Ilham Akbar. “Keduanya seakan asing, di sini” keluh Ilham.

Bincang karya “Fun Box” tersebut dihadiri oleh Komunitas Talang Barueh, Sanggar Seni Intan Baludu, Sanggar Ranah Saiyo, Sanggar Siprabu, Komunitas Suaro Talago, Sanggar Limbago Papeh Sakato, SSS Beta Galery, dan Pasaman Boekoe Indonesia.


Pada sesi tanya jawab, pernyataan atau pertanyaan peserta cenderung pada keluh kebingungan dalam memahami dan memaknai maksud dari cerita berbentuk gerak pantomim yang diperankan Rizki Kurniawan. Sebagai penutup kegiatan, peserta melakukan refleksi terhadap empat pertemuan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudaya

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
Cerpen Ade Mulyono | NAK

Cerpen Ade Mulyono | NAK

Cakap Film – MEMBACA SINEMA MENONTON SASTRA: ONE HUNDRED YEARS OF SOLITUDE | Nanda Winar Sagita

Cakap Film - MEMBACA SINEMA MENONTON SASTRA: ONE HUNDRED YEARS OF SOLITUDE | Nanda Winar Sagita

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In