
Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada literasi, sejarah, arsip, dan pengembangan pengetahuan. Setelah banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu, penyelenggara memastikan festival tahun ini disusun dengan pendekatan yang lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi pemulihan masyarakat. Diluncurkan secara resmi pada tanggal 4 Desember 2025 dengan Diskusi Ekologi Sumatera Barat (Bencana atau Keserakahan?) dan dikuti besoknya dengan launching buku Antologi Puisi Bersama Siteba Berpuisi Volume I : Tong Setan Telah Menyihir Kita. Festival yang direncanakan akan beerlansung sepanjang bulan desember 2025 ini berkat kolaborasi Toko Buku, Perpustakaan dan Arsip Steva bersama teman-teman komunitas, penerbit dan media daring seperti Trip Sumbar, Kabarita, Rancak Publik, Serikat Budaya Marewai, Roehana Project, Rumah Kayu, Purata Utama, Cagak, Janang.id, Siteba Berpuisi, dan Linimedia
Direktur Festival, Tri Yolanda Nisya (Ica), mengatakan bahwa Festival Akhir Tahun Steva 2025 dihadirkan sebagai ruang belajar publik yang inklusif. Ia menyebut bahwa festival ini berusaha memberi alternatif kegiatan bagi warga tanpa menciptakan keramaian yang berlebihan. “Kami ingin menawarkan tempat untuk membaca, berdiskusi, dan mempelajari kembali berbagai persoalan kebudayaan dan keseharian, tanpa mengganggu proses pemulihan pasca bencana yang sedang berjalan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan festival tahun ini meliputi peluncuran buku baru, diskusi literasi, pertunjukan Monolog, percakapan mengenai arsip dan sejarah lokal, serta forum komunitas yang membahas produksi pengetahuan melalui kerja kolektif. Sejumlah topik yang diangkat mencakup dinamika dunia literasi di Sumatra Barat, pembacaan ulang sejarah melalui arsip visual, hingga diskusi tentang praktik pengetahuan di tingkat komunitas.
Kegiatan berpusat di Toko Buku, Perpustakaan dan Arsip Steva di jl. Raya Siteba-Padang No.34 Pagang, Nanggalo. Kota Padang, dengan kapasitas yang dibatasi dan pengaturan acara yang disesuaikan. Penyelenggara menegaskan bahwa seluruh agenda dirancang untuk tetap kondusif, tidak mengganggu warga yang terdampak, dan sekaligus memberi kesempatan bagi publik untuk berpartisipasi dalam ruang literasi yang aman.
Festival Akhir Tahun Steva 2025 diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam praktik membaca, berdiskusi, dan memahami kembali isu-isu sosial dan kebudayaan yang berkembang di Sumatra Barat. Festival ini juga menjadi wadah pertemuan bagi komunitas pengetahuan yang selama ini bekerja dalam skala kecil namun berkesinambungan.
Informasi terbaru mengenai rangkaian kegiatan dapat diakses melalui Instagram: @pustakasteva • @redaksimarewai • @janang.id
- Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan - 10 Desember 2025
- Cerpen: Sales Event Organik (E.O) – Rori Aroka - 3 Oktober 2025
- Cerpen | Matinya Tukang Keripik – Rori Aroka - 29 Agustus 2025






Discussion about this post